Antara Networking, Passion, dan Karier Anda!


Networking. Sudah hal yang jamak diketahui, bahwa networking, atau jejaring sosial adalah hal yang amat penting untuk kemajuan karier seseorang. Tetapi, networking bukan hanya sebatas memperluas pertemanan kenalan saja, lho. Ada esensi di dalam networking, atau lain yang terkandung di dalamnya. Apakah Anda yakin networking Anda sudah berjalan sebagaimana mestinya?

Sekian tahun Anda bekerja, sudah sekian banyak orang yang Anda temui. Tapi, jika Anda ingat-ingat lagi, apakah setiap mereka benar-benar mengenal dan mengingat Anda sesuai dengan citra yang Anda inginkan? Apakah networking Anda sudah berjalan semaksimal mungkin? Jika jawabnya belum, mungkin sudah saatnya Anda merenungkan kembali pekerjaan yang Anda tekuni.

Bertempat di Decanter Wine House, Plaza Kuningan, Rabu (24/03/2010), 87,6 Hard Rock FM, bekerja sama dengan Kompas.com menggelar Networking Night Special Edition. Acara ini merupakan wadah menjalin jejaring insan-insan yang bekerja di industri tertentu dengan industri terkait, serta kesempatan untuk bertemu orang yang dianggap berada di puncak kariernya dalam bidang tersebut. Yang membuat acara kali ini mendapat titel "special edition" adalah karena dibarengi dengan acara peluncuran buku pengembangan karier dari Rene Suhardono, yang berjudul Your Job is Not Your Career!. Rene merupakan CareerCoach yang mengisi rubrik acara di HardRock FM yang membahas seputar karier, ia pun akan mengisi kolom KompasKarier.com besutan Kompas.com.

Pada malam itu, Rene mengundang 8 orang yang menginspirasinya selama hidup dan kariernya, yakni Yoris Sebastian, Ligwina Hananto, Jerry Aurum, Reza Gunawan, Budi Isman, Erry Firmansyah, David Burke, dan Era Soekamto. Di ajang tersebut, Rene sempat mengungkapkan arti networking dan passion dalam kelangsungan keseimbangan hidup dan mengejar arti kesuksesan. Mengenal dan mengelilingi diri dengan orang-orang yang memiliki pengaruh dan suara dalam bidang mereka, akan memberikan kita semacam dorongan dan pembelajaran untuk bisa mencapai keinginan dalam karier.

Lebih lanjut, Rene menjelaskan kepada Kompas Female mengenai esensi networking dari pandangannya, "Networking is about who knows you, bukan who you know. Jadi, bukan kita kenal siapa, tapi siapa yang kenal kita, dan kita dikenal sebagai apa, itu esensinya. Jalankan dengan pemahaman diri yang sangat baik, supaya tak bingung. Harus tulus dalam bertanya, bertindak, dan berkegiatan. Karena ujung-ujungnya adalah, bagaimana kita berkontribusi kepada sesama. To network is to contribute." Kesalahan umum (common mistake) yang dilakukan orang saat menjalin jejaring adalah, "Ketika not being who you are, not caring, dan selalu me-me-me," pungkas Rene.

Dinia Widodo, Senior Media Relations MRA Media Group dan Networking Night menceritakan, "Networking, seperti kita semua ketahui, sangat penting untuk urusan pekerjaan. Lewat networking seseorang akan dinilai dan dilihat kapasitasnya. Karena dalam pekerjaan, tak cukup hanya memiliki skill, tapi butuh networking untuk memajukan dirinya dan perusahaannya di mata pihak lain." Menurut Dinia, acara networking yang sudah berlangsung 4 kali sejak tahun lalu ini selalu meningkat animo peminatnya. Awalnya, hanya 85 orang, kini, dengan kapasitas 150 orang saja, terpaksa banyak yang tidak bisa ikut turut serta karena kapasitas tempat yang terbatas. Jadi, bisa dibilang, makin banyak pula orang yang tahu bahwa networking itu penting dan masih butuh ajang semacam ini untuk makin memperluas networking.

"Di acara networking night semacam ini, menjadi kesempatan untuk para tamu bertemu, gathering, hangout, dan mingling. You network with all the people here. Tak hanya dengan petinggi-petinggi dari bidang yang dijadikan tema (misal, bank, telekomunikasi, dan lainnya) tapi juga dengan orang-orang dari industri terkait."

Dalam sebuah literatur yang dilansir ezinearticles.com, dikatakan bahwa, semakin beragam network yang Anda bangun, semakin baik. Disarankan untuk membuka jaringan Anda di luar batasan geografis. Ketika Anda mendatangi rapat grup atau bertemu klien, jangan lupa dan jangan malu untuk mulai bertukar kartu nama. Rajin menjalin networking baru akan membantu Anda semakin dikenal di lingkup bisnis Anda. Selain itu, akan memperluas wawasan, ide-ide baru, juga membantu Anda bertumbuh dalam banyak hal.

Senada dengan Rene, Yoris Sebastian, CEO OMG Creative dalam suatu kesempatan menyarankan selain untuk memperluas networking, jangan lupa untuk menciptakan keunikan diri. Karena di antara lautan orang yang juga mencoba memperluas jejaringnya, Anda bisa dengan mudahnya terlupakan. Cobalah menemukan sisi unik diri Anda untuk ditawarkan kepada orang lain. Namun, tentunya keunikan dan kemauan itu akan ada jika Anda memiliki passion yang menggerakkan Anda mencapai angan hidup. Jadilah kreatif untuk memperluas jejaring Anda.

Gelisah dengan Pekerjaan? "Do Something"!



Seberapa sering Anda mengeluhkan jam kerja Anda yang begitu panjang, sedangkan pendapatan tak menutupi pengeluaran? Anda merasa terjebak dalam pekerjaan yang sebenarnya bukan minat personal, mengeluhkan rutinitasnya, dan tak menghasilkan nominal rupiah yang diinginkan. Atau Anda tersiksa karena menjalani pekerjaan yang diinginkan oleh keluarga, tetapi tak membuat Anda bahagia.

Rene Suhardono, seorang konsultan karier, mengatakan bahwa kegelisahan atas pekerjaan yang sebenarnya bukan pilihan personal merupakan kewajaran. Menurut dia, dibutuhkan kegelisahan untuk menemukan apa sebenarnya yang paling Anda inginkan dan apa yang membuat Anda bekerja dengan menyenangkan.

"Menjadi masalah ketika Anda merasa tidak perlu melakukan apa pun saat mulai gelisah. Mencari tahu apa penyebabnya lebih baik daripada tidak melakukan apa pun," ungkap Rene di sela acara Networking Night Special Edition yang digelar 87.6 Hard Rock FM bekerja sama dengan Amprop Indonesia, Rabu (24/3/2010).

Referensi bacaan dan jejaring sosial menjadi kunci utama, seperti yang disebutkan Rene, untuk menemukan solusi atas kegelisahan Anda. Anda perlu bertanya kepada diri sendiri mengenai kondisi yang tak menyenangkan saat itu. Mengapa Anda terus melakukannya, atau, apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya. Targetnya adalah menemukan passion dalam diri yang akan mendorong individu bekerja untuk dirinya, bukan untuk orang lain.

"Passion sebenarnya sudah ada dalam diri. Namun, membutuhkan perjalanan untuk menggalinya menjadi kekuatan. Dibutuhkan banyak referensi untuk membuat diri Anda 'tercolek' dan menjadi diri sendiri," kata Rene.

Anda tidak perlu gelisah jika belum datang waktunya menjalani passion. Apabila masa itu datang, beranikan diri Anda untuk mengatakan "Ya" untuk menjalani passion.

Agar Karier Aman Melaju



Meski Anda sudah berada di perusahaan yang sama selama beberapa tahun belakangan, bukan berarti Anda bisa bersantai dan berpikir bahwa posisi Anda aman. Saat ini, ada begitu banyak orang yang mencari lapangan pekerjaan. Dengan mudahnya posisi Anda bisa tergantikan oleh para sarjana-sarjana yang sedang mencari pekerjaan pertamanya. Mereka lebih muda, lebih banyak pendidikan, dan bisa dibayar dengan murah. Nah, supaya Anda bisa mempertahankan pekerjaan Anda, cobalah lakukan hal-hal di bawah ini.

"Setor" muka

Bagaimana cara para "petinggi" melihat Anda sebagai aset perusahaan jika mereka tak pernah melihat wajah Anda? Jika para atasan ini biasa minum kopi bersama di pantry tiap pagi, cobalah sesekali datang sepagi mereka, buat kopi, lalu beri salam. Setidaknya agar mereka pernah melihat wajah Anda. Jangan ragu untuk membuat percakapan ringan jika bertemu dengan salah satu atasan di dalam lift.

Hindari bermain Facebook di jam kerja. Iya, memang benar Facebook adalah situs untuk membangun jejaring. namun mem-posting status dan menjawab pesan dari teman-teman tak membuat Anda terlihat benar-benar memanfaatkan situs itu sebagaimana yang diharapkan. Apalagi jika atasan Anda merupakan salah satu teman di situs Anda itu. Ia bisa melihat status Anda yang bisa saja bertuliskan, "Rapatnya membosankan!". Jika memang sulit untuk menahan diri agar tidak membuka situs tersebut, setidaknya pastikan monitor Anda dalam posisi jauh dari pandangan orang lain. Buat setting privasi khusus untuk para bos yang berteman dengan akun Facebook Anda agar mereka tidak bisa melihat update dari Anda.

Lebih bersuara
Jangan berikan alasan untuk siapa pun membuat Anda tidak dianggap. Jika Anda pada dasarnya tipe orang yang pendiam, tapi pekerja keras, cobalah untuk lebih mengeluarkan pendapat dengan melemparkan info konstruktif pada pertemuan dengan tim saat membahas proyek bersama.

Tapi, yang perlu Anda hindari adalah sikap yang terlalu terlihat "cari muka" di hadapan bos Anda. Kecuali Anda adalah sekretaris personal, menjadi relawan untuk membantu atasan dengan mengerjakan tugas-tugas yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kantor akan membuat Anda terlihat seperti penjilat. Plus, atasan Anda akan bertanya-tanya, mengapa Anda memiliki waktu untuk mengerjakan hal-hal tersebut.

Berarti keluar dari zona nyaman
Saat ini, banyak pekerja yang bisa berganti pekerjaan saat perusahaan mengubah haluannya agar bisa bertahan. Jika bos Anda sedang mengupayakan sebuah proyek baru yang tidak melibatkan Anda, tapi Anda yakin bisa menjadi bantuan di sana, coba cari cara untuk bisa ikut ambil bagian di sana.

Kurangi pula kebiasaan makan siang terlalu lama di luar kantor. Ketika Anda tak berada di kantor dalam waktu lama, Anda berisiko melewatkan kesempatan. Mungkin saja si bos sedang membagikan peran-peran bagi para karyawan untuk mencoba tugas baru. Ketika Anda tak ada di sana saat itu terjadi, hilanglah kesempatan Anda.

Mengamati perkembangan diri
Jika Anda sudah lama tidak mendapatkan evaluasi, cobalah untuk meminta waktu atasan Anda setiap beberapa bulan sekali. Minta ia memberikan evaluasi dan masukan untuk pekerjaan Anda. Atasan akan terkesan dengan inisiatif bawahannya ini. Namun, jangan sampai Anda lalu merajuk minta fasilitas macam-macam hanya karena merasa sudah dekat dengan atasan.