Memakai Lingerie ke Acara Resmi



Ada kalanya Anda ingin tampil dengan busana yang sedikit seksi. Salah satu caranya adalah dengan mengenakan lingerie yang model terusan sebagai gaun, dan menutupinya dengan trench coat atau kardigan panjang. Sehingga, meskipun tubuh Anda tertutup rapat, tampilan lembut lingerie yang sedikit mengintip bisa memberikan kesan seksi.

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar orang lain tidak mengira Anda hanya mengenakan pakaian dalam saat menghadiri acara atau pesta.

1. Pastikan keperluan Anda dalam menggunakan lingrie. Pada kesempatan apa, dan digunakan pada pagi atau malam hari?

2. Pastikan warna gaun yang Anda gunakan cocok dengan warna lingerie dan sebaliknya. Roberto Cavalli, yang baru saja menggelar koleksi musim seminya, menampilkan beberapa lingerie yang menjadi tren. Kebanyakan lingerie-nya menampakkan desain yang manis namun tetap seksi, yakni warna hitam yang elegan. Warna yang solid seperti ini bisa menjadi pilihan, ketimbang warna-warna lembut seperti kuning gading atau krem.

3. Sesuaikan model dan bahannya. Jahitannya rapi, modelnya tidak terlalu ramai atau terlalu dekoratif, jika memiliki unsur bulu pun harus didesain dengan rapi. Dan tentunya, menutupi seluruh bagian tubuh yang utama. Bedakan hal ini dengan lingerie untuk tidur.

4. Ukuran panjang dan ukuran badan. Lingerie harus memiliki ukuran standar pada siluet kemeja, rok, atasan, ataupun gaun mini Anda. Meskipun lingerie tembus pandang, Anda tak ingin lingerie Anda balapan dengan rok mini Anda kan? Atau lingerie seperti ingin berontak dan tidak menopang payudara dengan baik. Namun sekali lagi bedakan dengan lingerie yang biasa Anda gunakan untuk ke tempat tidur.

Yang tidak boleh dilakukan?

Tampak berlebihan. Ingat, Anda berada di ruang publik. Carmen Electra contohnya, ia tidak bisa membedakan lingerie untuk ke pesta, untuk keperluan kerja, atau yang untuk tidur. Ia menggunakan lingerie dari bahan satin yang rata-rata digunakan untuk tidur. Satu lagi kesalahannya saat menggunakan lingerie untuk keperluan formal: terlalu banyak renda dan pita!

8 Tips Saat Membeli Rumah



Setiap orang pasti bersemangat saat akan membeli rumah untuk pertama kali. Bayangan memiliki rumah sendiri, yang bisa ditata dan diisi dengan perabotan sesuka hati, membuat Anda tak sabar untuk segera berburu rumah-rumah baru di pinggiran kota.

Sebelum Anda memutuskan untuk memberi uang jadi pembelian rumah, ada baiknya Anda memperhatikan syarat-syarat pembelian rumah dan kondisi rumah itu sendiri. Bagaimana pun juga, membeli rumah merupakan salah satu bentuk investasi. Jadi, jangan sampai Anda merasa rugi belakangan. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli rumah:

1. Pastikan record Anda baik
Meminjam dana memang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan rumah impian. Namun cara itu tidak akan pernah terjadi jika Anda telah di-blacklist oleh salah satu bank. Misalnya, karena Anda punya record tidak menyelesaikan utang kartu kredit atau kredit tanpa agunan. Setiap bank biasanya akan mengirimkan laporan mengenai perilaku nasabahnya pada bank-bank lainnya (membuat link) sehingga Anda tidak mungkin melakukan pinjaman atau kredit lagi.

Sebelum Anda berburu rumah impian, pastikan tidak ada informasi yang salah tentang alur pinjaman kredit Anda, atau tidak ada kekeliruan nilai kredit. Misalnya, nilai pinjaman sudah mencapai limit sehingga Anda tidak mungkin melakukan pinjaman lagi. Jika ternyata terjadi kekeliruan, pastikan Anda langsung menyelesaikannya agar Anda bisa dengan mudah mengajukan pinjaman lagi.

2. Konsultasi dengan pemberi pinjaman
Tanyakan pada teman atau saudara Anda yang telah menggunakan jasa peminjaman. Mereka bisa berbagi pengalaman dan mereferensikan Anda pada bank yang memang credible. Namun Anda juga mempunyai tugas untuk memeriksa dan membandingkan beberapa penawaran dari para pemberi pinjaman itu. Pinjaman Anda tidak akan ditolak jika semua persyaratan memang telah disetujui.

3. Beli rumah saat harganya masih rendah
Ada beberapa perumahan yang harganya melonjak naik karena infrastrukturnya sudah lengkap. Pembangunan jalan tol, misalnya, bisa membuat harga rumah naik 50 persen. Karena itu, jika ada rencana pembangunan jalan tol di kawasan perumahan yang Anda incar, segera beli rumah tersebut sebelum harganya naik. Namun pastikan juga Anda memilih area yang tidak terkena pembebasan tanah.

4. Beli rumah baru saat bunga rata-rata masih cukup normal
Ada saat dimana suku bunga peminjaman sedang jatuh atau turun. Nah, ini juga merupakan tanda bagi Anda untuk berinvestasi di dunia properti.

5. Pastikan saat ini Anda memiliki jumlah dana yang cukup
Uang muka atau tanda jadi pasti harus dibayar lunas. Idealnya, Anda memiliki tabungan yang cukup, minimal 20 persen dari harga rumah yang akan Anda beli.

6. Tahu biaya tambahan untuk rumah yang harus dialokasikan
Tanda jadi dan uang maka hanyalah salah satu permulaan saja. Anda juga harus mengalokasikan dana untuk biaya asuransi, pajak, dan juga biaya konsultasi atau administrasi. Jumlah ini harus dialokasikan sebagai pembayaran tambahan setiap bulannya, di samping jumlah yang harus Anda angsur. Bahkan Anda juga harus menyisakan dana untuk perbaikan dan perawatan rumah.

7. Hati-hati dengan penawaran rumah
Anda harus jeli menilai rumah yang akan dibeli. Sebab bisa jadi rumah yang dijual saat ini berstatus rumah sitaan. Cari tahu latar belakang rumah yang Anda beli. Sisakan sedikit dana untuk menyewa ahli yang bisa menilai dan mencari tahu seputar reputasi rumah (keamanan atau tidaknya secara hukum, RED) sehingga nantinya mereka juga bisa memberikan masukan tentang berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah.

8. Hati-hati terhadap rumah dengan penawaran yang amat singkat
Kenapa? Sebab bisa saja rumah tersebut belum memiliki sertifikat hak milik, atau tanahnya masih tanah girik. Atau, tanah tersebut masih dalam sengketa. Sehingga rumah seperti ini memang menawarkan harga yang lebih murah namun prosesnya akan berbelit-belit dan lama. Selain itu juga lebih banyak resikonya.

Obat Tradisional Vs Obat Modern

Jika anda disuruh memilih, jenis obat manakah yang anda pilih? Tentu saja jawaban yang akan didapatkan akan bermacam-macam tergantung dari orangnya. Terus terang saya akan memilih OBAT HERBAL untuk menyembuhkan penyakit yang saya derita, namun tentu saja saya juga harus meminta saran dari dokter untuk mengetahui lebih jelas tentang penyakit yang saya derita.

OBAT TRADISIONAL biasanya tidak menandung efek samping yang berbahaya bagi tubuh di masa yang akan datang. Karena faktor inilah saya lebih memilih untuk menggunakan obat alami. Namun apakah saya selalu akan bergantung sama obat yang alami? Tanpa pernah menggunakan obat yang mengandung kimia? Tentu saja jawabannya kembali lagi kepada kebutuhan, jika memang penyakit yang saya derita tidak bisa diobati dengan obat-obatan yang terbuat dari bahan alami, saya harus menggunakan obat modern yang mungkin mengandung kimia.

Mengkritik Itu Ada Tekniknya!



Kritik bisa menjadi hal yang membangun, tapi juga bisa menjadi hal yang menjatuhkan, tergantung cara penyampaian dan penerimaan. Bagaimana cara menyampaikan kritik yang tepat sehingga bisa tersampaikan maksud baik di baliknya? Berikut tips yang dituliskan Mien R. Uno, pemerhati penampilan dan pengembangan diri dalam bukunya, Etiket: Sukses Membawa Diri dalam Segala Suasana.

Teknik Mengkritik:
Tujuan utama mengkritik sebaiknya berupa memperbaiki kualitas seseorang. Karena hal ini berkenaan dengan harga diri seseorang, maka harus disampaikan dengan benar. Karena kalau tidak, orang yang dikritik bisa salah mempersepsikan, dan ujung-ujungnya tersinggung atau marah. Supaya hubungan akrab tetap terjaga, cobalah teknik berikut:

1. Perhatikan siapa yang dikritik. Hubungan yang berbeda, tentu berbeda cara pendekatannya. Misal, cara berbicara dengan saudara kandung berbeda dari cara bicara dengan teman sekantor.

2. Perhatikan intonasi suara dan nadanya. Sebisa mungkin diucapkan dengan kalimat yang enak didengar, dan nada suara yang ramah, bukan menuduh atau menguliahi.

3. Jangan pernah mengkritik orang di depan banyak orang. Siapa pun itu yang Anda kritik akan merasa sangat sakit hati jika Anda membuka kelemahannya di hadapan banyak orang. Katakan pada momen yang tepat dan pribadi. Hal ini pun akan mempengaruhi penilaian orang lain kepada Anda. Jika Anda berani mengkritik orang lain di hadapan orang banyak, orang-orang pun akan takut untuk berteman atau berada dekat Anda.

4. Perhatikan situasi dan kondisi orang yang dikritik. Supaya maksud baik Anda tidak disalahartikan, perhatikan suasana hati orang tersebut. Jika ia sedang terlihat sedih, marah, atau tidak bersemangat, sebaiknya tunda dulu hingga suasana hatinya sedang baik dan dalam keadaan santai. Jika tidak, emosinya bisa meninggi, dan kritikan tersebut justru akan menjadi bibit pertengkaran Anda dan dia.

5. Sebelum Anda membuka mulut untuk mengkritik seseorang, ketahuilah duduk persoalan dengan sebaik-baiknya. Lihat segala kemungkinan, pelajari hal tersebut dari berbagai sisi. Ini penting untuk menghindari kesalahan persepsi, juga memastikan agar kritik Anda tepat sasaran.

Tips:
- Tak semua orang mampu menangkap beberapa kritik sekaligus dengan cepat. Saat menghadapi orang seperti ini, berikan kritik satu demi satu, jangan sekaligus. Upayakan untuk bersikap ramah, agar orang yang dikritik tidak minder atau grogi.
- Bila memungkinkan, sebutkan dahulu sisi positifnya, barung negatifnya. Misal, "Bajumu bagus sekali, tapi rasanya lebih cocok kalo dikenakan malam hari, deh."
- Menghadapi orang yang tidak suka dikritik itu tidak mudah. Perlu diingat, orang yang hobi mengkritik tetapi tidak suka dikritik adalah orang yang kurang percaya diri. Sebenarnya, ia tak sanggup mendengarkan pendapat orang lain mengenai dirinya dan takut kecewa. Kalau sanggup berkorban perasaan karena kasihan padanya, berusahalah untuk "melunakkan" hatinya. Kalau merasa tak sanggup, apa boleh buat, hindari saja.

Bahaya Rokok untuk Perokok Pasif Kedua


Efek rokok memang sungguh buruk, tak hanya bagi si pengisap, tetapi juga untuk perokok pasif pertama dan kedua. Perokok pasif pertama adalah orang yang kebetulan berada satu ruangan dengan perokok dan ikut menghirup asapnya. Sedangkan perokok pasif kedua adalah orang lain yang terkena residu asap rokok tersebut melalui pakaian, rambut, mobil, atau apa pun yang terkena hembusan asap tersebut.

Menurut para peneliti, residu asap rokok bisa sangat berbahaya untuk anak-anak yang mungkin akan menjilat atau menyentuh permukaan benda-benda yang terpapar asap tersebut.

Para peneliti di Lawrence Berkley National Laboratory di California ini mempelajari nikotin yang terserap di materi di dalam ruangan, atau interior di dalam mobil perokok. Hasilnya menunjukkan bahwa menghindar dari ruangan dimana banyak orang sedang merokok tidak cukup melindungi kesehatan Anda.

Dr Hugo Destaillats, seorang ahli kimia lingkungan yang tergabung dalam studi tersebut, mengatakan, "Karena kontak berulang dengan permukaan -seperti pakaian, kulit, perabotan- dan debu, bayi dan anak-anak akan terkena risikonya."

Penemuan yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Scientists ini, menyarankan agar Anda sebisa mungkin tidak menyentuh karpet tua, kursi, tirai, atau benda-benda lain yang mungkin sudah terpapar tembakau.

Untuk Anda yang merokok, ubahlah sikap Anda yang egois. Jangan lagi merokok di ruang tertutup (termasuk di dalam kendaraan umum), atau ruang terbuka bila memang masih ada orang di sekitar Anda. Setiap orang berhak atas udara yang bersih, jadi hargailah mereka!