Berteman, Enggak Ada Ruginya


Career networking semestinya dibangun sejak pertama kali kita menginjakkan kaki di dunia kerja. Apabila merasa relasi Anda itu-itu saja, pertanda saatnya Anda bergaul lagi. Atasi kendala yang membuat langkah Anda terhambat.

"Teman saya punya banyak relasi, bahkan tak sedikit menjadi teman akrabnya. Saya kok enggak bisa seprti dia, ya?"

Dasar networking itu gampang saja. Selama Anda tahu cara berbicara dengan orang lain dan enggak punya masalah dalam melakukan interaksi sosial, yang diperlukan hanyalah berteman. Tapi, Anda tak harus menjadi sahabat karib seseorang untuk bisa mendapatkan keuntungan dari pertemanan itu. Anda cuma perlu jadi kenalan yang baik, yang bisa diandalkan saat dia membutuhkan bantuan. Sikap helpful adalah dasar networking, selama itu tidak saling merugikan. Di lain waktu, bantuan Anda itu pasti akan terbayar. Karena suka membantu, orang lain tak ragu membalas saat Anda memerlukannya.

Berteman atau mencari teman bisa dengan cara bergabung dalam organisasi-organisasi atau komunitas. Tak harus berkaitan dengan pekerjaan, tapi sebaiknya memang yang Anda tertarik. Dengan begitu, Anda akan aktif di dalamnya dan tidak merasa "tersiksa". Oh ya, jangan remehkan network pertemanan. Karena ini juga potensial untuk membantu Anda mendapat pekerjaan, bisnis baru, kontak-kontak yang Anda perlukan dalam pekerjaan, dan sebagainya.

"Saya pemalu dan 'introvert'. Saya sulit membuka pembicaraan, apalagi ngobrol panjang lebar. Pokoknya saya 'garing' banget, deh"

Apa pun kepribadian Anda, selama Anda memiliki karier dan ingin berkembang, networking harus terus dilakoni. Coba lakukan hal berikut ini:

* Relaks. Rasa grogi atau khawatir akan mudah terpancar dan terlihat, jadi jangan biarkan itu terjadi. Saat akan memulai suatu pembicaraan atau kontak dengan seseorang, tarik napas dalam-dalam, berpikir positif, katakan bahwa Anda orang yang menyenangkan. Jangan merasa "kecil" dibandingkan orang lain karena Anda punya hak berkenalan dengan siapa pun. Kalau tak dapat respons positif dari orang yang Anda dekati, jangan kecil hati, cuek saja.

* Jadi diri sendiri. Jangan meniru gaya orang lain dan berpikir keras tentang bahan obrolan yang hebat-hebat. Ngobrol saja tentang hal-hal yang masuk akal, sehari-hari, dan ringan. Bisa saja diawali dengan kondisi cuaca saat itu. Jika dilakukan dengan benar, pembicaraan akan terus berkembang ke hal lain. Tak perlu mencoba melucu karena tidak semua orang dianugerahi kemampuan menarik perhatian orang lain dengan gaya lucu. Lakukan kontak mata dan senyum. Ini membuat Anda terlihat antusias, pede, dan menghargai orang lain.

* Manners itu nomor satu. Jadilah pendengar yang baik, hindari terlalu banyak menginterupsi dan mengeluarkan komentar-komentar sinis atau kasar. Akhiri pembicaraan dengan elegan dan tawarkan untuk saling bertukar kartu nama.

"Saya selalu fokus, bahkan dalam memilih teman atau relasi. Saya tidak akan berteman dengan seseorang yang menurut saya enggak bakal memberi manfaat"

Pertanyaannya, siapa sih yang seharusnya ada di dalam daftar kontak Anda? Siapa yang harus didekati? Jawabannya adalah siapa pun yang Anda kenal. Setiap orang yang tahu nama Anda, semestinya masuk dalam contact list Anda (kecuali orang yang jelas-jelas membenci Anda).

Tak jadi soal apa pekerjaannya, di mana dia tinggal, seberapa besar power dan kekayaannya. Jangan membuat praduga atau asumsi siapa yang bisa dan tidak bisa membantu Anda. Ford R Myers, seorang pakar karier di Amerika, mengatakan, sebagian besar kliennya yang awalnya punya masalah dalam networking, setelah berkonsultasi dengannya, justru mendapatkan pekerjaan melalui orang-orang yang justru tidak mereka harapkan bakal bisa membantu. Nah, apakah Anda masih mau terlalu pilih-pilih teman?

"Saya sudah datang ke pertemuan-pertemuan, gaul di Facebook, mengumpulkan banyak kartu nama. Tapi, kontak-kontak saya itu 'bertebaran' sehingga saat membutuhkannya, saya bingung mencari"

Networking perlu ketelatenan dan keteraturan. Dalam buku Gaul, Meraih Lebih Banyak Kesempatan (Eileen Rachman & Petrina Omar), kalau Anda sudah memiliki sekumpulan kontak, bergabung dalam sejumlah pertemuan, datang ke pertemuan-pertemuan, tugas selanjutnya adalah menjaga hubungan terus berkesinambungan. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan database atau membuat catatan-catatan penting tentang kontak-kontak Anda atau database. Misalnya, orang yang selalu dan perlu segera dihubungi beri tanda "HOT", di acara apa Anda bertemu, hal-hal yang dipertukarkan, dan topik obrolan yang terakhir kali dibicarakan.

Jangan Katakan Hal-hal Ini kepada Bos Anda!



Setiap orang punya bos. Bahkan ketika Anda berwirausaha pun, Anda masih saja merupakan pegawai dari klien-klien Anda. Bagian terbesar dari menjaga hubungan atasan-bawahan adalah untuk tidak membiarkan atasan Anda berpikir bahwa Anda tak menyukai pekerjaan Anda atau tak mau mengerjakan tugas bagian Anda, atau yang lebih parah, menganggap pekerjaan Anda tidak penting.

Hal-hal yang disebutkan di atas tadi mungkin terdengar umum dan enteng, tetapi banyak kali kita mengucapkan sesuatu yang kita pikir biasa saja tapi justru memberikan kesan Anda melakukan hal-hal yang tadi disebutkan di atas. Berikut adalah beberapa pernyataan yang sering kita dengar di lingkungan kantor, yang mungkin dianggap biasa saja, bahkan tak berbahaya. Tapi, cobalah untuk melihatnya dari sudut pandang atasan Anda, pasti akan mengerti mengapa sebaiknya kata-kata ini tak pernah terucap dari bibir Anda kepada atasan atau klien Anda.

"Itu kan bukan bagian tugas saya". Anda tahu, kebanyakan bos atau atasan hanyalah tipe orang yang simpel, yang berpikir bahwa Anda, sebagai bawahan, memiliki tugas untuk melakukan pekerjaan yang Anda minta ia kerjakaan. Jadi, ketika Anda diberikan tugas yang sejak awal tak ada di daftar tugas pekerjaan (job description), tahan diri Anda untuk menolaknya. Namun, yang bisa Anda lakukan adalah mencari tahu mengapa atasan Anda mempercayakan pekerjaan tersebut kepada Anda, pasti ada alasan tertentu. Jika Anda percaya bahwa dengan melakukan pekerjaan tersebut akan berdampak buruk bagi perusahaan, Anda bisa mencoba menerangkannya kepada atasan Anda dan menyarankan agar tugas tersebut akan lebih baik jika dikerjakan oleh orang lain. Sayangnya, langkah ini tidak selalu berhasil pada semua bos. Yang penting diingat adalah, dengan mengerjakan apa yang diminta pada Anda, bahkan pekerjaan yang di luar tugas yang seharusnya, akan terlihat baik bagi Anda.

"Itu bukan masalah saya". Ketika seseorang mengatakan suatu hal bukanlah masalahnya, itu akan membuatnya terlihat seperti tidak peduli. Hal ini tidak akan membuatnya terlihat buruk di mata banyak orang, termasuk sang atasan. Jika suatu masalah membuat Anda tidak nyaman dan Anda tak memiliki suatu hal yang konstruktif untuk dikatakan, sebaiknya tidak mengucapkan apa pun. Karena pada dasarnya, permasalahan di lingkungan kerja adalah masalah semua yang bekerja di dalamnya.

"Itu bukan salah saya". Kebiasaan manusia memang unik. Mengklaim bahwa ketika kita berkata tidak bersalah akan suatu kesalahan, sering kali justru membuat orang menyangka kita bersalah. Padahal, yang jadi permasalahan utama adalah bahwa telah terjadi suatu kesalahan yang harus diperbaiki. Inilah yang harus diperbaiki, bukan berpikiran siapa yang harus disalahkan.

"Saya hanya bisa mengerjakan satu hal ke hal lain, tangan saya kan cuma dua". Mengeluhkan bahwa Anda bekerja terlalu keras tak akan membuat atasan Anda merasa kasihan atau akan mengurangi beban yang ada. Malah, si bos akan berpikir bahwa: 1. Anda tak suka pekerjaan ini. 2. Passion Anda tidak ada di pekerjaan ini. Setiap orang, khususnya belakangan ini, merasa sangat tertekan dan bekerja amat keras.

"Saya overqualified". Mungkin saja itu benar. Tapi nyatanya, ini adalah pekerjaan yang Anda miliki. Anda setuju untuk mengerjakan pekerjaan ini, meski Anda sekarang menyesalinya, tapi ini masih pekerjaan Anda. Mengeluhkan bahwa pekerjaan ini tak cukup baik akan membuat Anda terlihat buruk. Plus, rekan kerja yang mengerjakan hal yang serupa akan tak menyukai Anda. Bos Anda pun akan merasa kesal melihat dan mendengar keluhan Anda.

"Pekerjaan ini terlalu mudah. Siapa pun bisa melakukannya". Mungkin Anda mencoba mengatakan bahwa Anda sangat brilian sehingga pekerjaan yang sedang Anda lakukan amat mudah. Hal ini akan terdengar seperti Anda merendahkan pekerjaan ini. Ketika Anda merendahkan tugas ini, Anda merendahkan perusaan tempat Anda bekerja. Jika suatu pekerjaan ternyata cukup mudah untuk Anda, kerjakanlah secepatnya. Bahkan, pekerjaan yang terlampau mudah pun perlu dikerjakan.

"Ini pekerjaan yang sulit dan mustahil". Mengatakan bahwa pekerjaan yang dipercayakan pada Anda tak mungkin dilakukan sama seperti mencari masalah dengan bos Anda. Meski pekerjaan yang dipercayakan pada Anda itu memang mustahil, mengatakannya kepada bos Anda bahwa itu hal yang mustahil akan membuat Anda terlihat tak mampu. Sebaiknya Anda berlaku bak detektif. Cari tahu mengapa bos meminta Anda melakukan tugas itu. Apa persoalan yang harus diselesaikan? Apa gol Anda? Carilah cara yang mungkin untuk dilakukan untuk mencapai gol tersebut. Hal itu adalah yang para bos inginkan.

Ingin Dapat Promosi? Penuhi Dulu PQ Anda!



Sudah bekerja keras dan giat, bahkan sempat jatuh sakit, tapi mengapa promosi yang Anda kejar itu tidak juga datang kepada Anda? Menurut Yoris Sebastian, Creative Consultant dari OMG Creative mengatakan, bahwa kebanyakan kita mengutamakan IQ atau SQ untuk bisa maju dalam karier, namun seringkali terlupa akan PQ. PQ (Promotable Quotient) merupakan sebuah kiat untuk bisa melaju lebih lanjut dalam karier. Yoris, yang pernah menjabat sebagai General Manager Hard Rock Cafe ketika ia berusia ke-26 tahun ini berbagi tips bagaimana memperkaya PQ pada acara Road to Young Caring Professional Award Office to Office Roadshow di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dari sekian banyak poin dalam PQ, Yoris membagi 9 poin terutama agar seseorang bisa lebih memaksimalkan kariernya. Berikut di antaranya:

1. Happynomics
"Kebanyakan orang bicara soal passion untuk kerja agar bisa tetap bergairah dan bersemangat mengerjakan apa yang ia kerjakan. Namun, saya menggunakan istilah sendiri, yakni Happynomics," terang Yoris. Menurutnya, Happynomics berarti melakukan hal-hal yang membuat seseorang senang, tapi juga memiliki nilai ekonomi di dalamnya. Jika belum memiliki pilihan mengenai apa yang Anda senangi, Yoris mengatakan, untuk mencoba membuat daftar hal-hal yang ingin dilakukan tapi belum sempat dilakukan, lalu lihat apa yang bisa dijadikan uang. Jika memang belum memungkinkan untuk dijadikan tempat menuai penghasilan, lakukan hal tersebut di luar jam kerja. Meski penting untuk melakukan apa yang kita inginkan, tetap harus realistis, bahwa kita butuh penghasilan yang pasti, jangan tiba-tiba meninggalkan pekerjaan untuk mengejar mengerjakan apa yang kita sukai saja.

2. Berorientasi pada hasil
Meski kita bekerja hingga tengah malam, atasan tak akan peduli jika hasilnya sama saja. Lama Anda bekerja tidak akan berarti jika hasilnya tidak banyak. Mulailah untuk melihat hasil Anda sendiri. Hitung hasil yang telah Anda kerjakan setiap hari, lalu akumulasikan setiap minggunya. "Ada buku yang mengatakan bahwa ketika kita bekerja 10 ribu jam, kita menjadi ahli dalam bidang tersebut," terang Yoris. Namun, "Waktu kerja yang lama tak akan berarti jika tak ada hasilnya," papar Yoris.

3. Lakukan 70:20:10
Hidup harus seimbang, tetapi kita masih tetap harus realistis. Kita harus tetap menyisihkan waktu kerja sebagai yang teratas. Maka, Yoris menganjurkan untuk membagi waktu 70 persen dalam seminggu untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan. Sebanyak 20 persen untuk melakukan apa yang menjadi gairah Anda, dan sisanya, sebanyak 10 persen untuk melakukan hal-hal idealis, misalnya beramal.

"Anda bisa juga mencoba menggunakan Google calendar untuk memberi tanda warna pada tanggalan aktivitas. Dari sana, Anda bisa mengukur pembagian waktu Anda dalam seminggu," saran Yoris.

4. Knowledge Makes You Powerful
"Jangan malas untuk memperkaya diri dengan pengetahuan. Ketika kita kaya akan pengetahuan, banyak mengetahui data, maka kita akan lebih powerful (berdaya)," ungkap Yoris. Perkayalah pengetahuan lewat buku, internet, Twitter, slideshare, dan saluran lainnya. Ambil inspirasi dari berbagai pengetahuan yang Anda dapat, jangan meng-copy lalu paste. Karena, ketika Anda mengetahui sesuatu lebih banyak dari orang lain, Anda jadi lebih berdaya.

5. Judge the Book by It's Cover
"Kebanyakan orang akan berkata 'Don't judge a book by it's cover'. Tetapi, tak bisa diingkari, bahwa penampilan itu memang penting. Jadi, please do care about your grooming," pinta Yoris. Ketika Anda berdandan persis serupa dengan semua orang, kadang Anda bisa "tenggelam" di antara kebanyakan orang.

Yoris mencontohkan dirinya sendiri. Ketika ia bekerja di Hard Rock Cafe, ketika semua orang mengenakan pakaian santai, seperti celana jins dan kaus, ia berusaha menjadi berbeda, ia mengenakan kemeja lengan pendek dan berdasi. Sebaliknya, ketika ia menjadi seorang konsultan, yang biasanya diidentikkan dengan orang-orang yang berpakaian rapi, kemeja berdasi dan celana bahan, Yoris justru mengenakan kaus bertuliskan pesan, dan celana bahan. Ia tak menyarankan untuk Anda mengenakan pakaian seperti dirinya, namun ia menyampaikan pesan untuk mencoba menjadi unik. Karena lewat keunikan tersebut, Anda bisa lebih dikenal dan diingat oleh orang lain. Tapi, jangan lupa, ketika ingin menjadi berbeda, lakukan dengan alasan dan sarana yang tepat. Jangan sampai diingat karena hal yang buruk.

6. Be Accountable
Yoris mengatakan, "Old school employee focus on process. Creative employee focus on results." Menjadi seseorang yang rajin melakukan segala hal yang baku, sesuai buku teks, tidaklah cukup. Yoris menyarankan agar Anda mau mengerjakan sesuatu tak hanya sesuai job desc, tapi lebih dari yang diharapkan. Agar Anda bisa diingat dan diandalkan oleh atasan Anda. Lakukan terobosan-terobosan yang baik yang bisa menunjukkan bakat tersembunyi Anda.

7. Learn Persuasive Skill
Ketika Anda sudah memperkaya diri, kini saatnya Anda "menjual" diri. Pelajari ilmu-ilmu pemasaran dan pengembangan diri. Ikuti kursus, seminar, workshop, dan baca buku. Dengan begini, Anda akan selangkah lebih maju untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

8. Minta Evaluasi Tertulis

Evaluasi hasil kerja merupakan hak dan kewajiban seorang pegawai. Ia harus mau belajar mengenali kekurangan dan kelebihannya. Pastikan Anda mengetahui secara pasti gol dalam hidup dan karier. Ketika Anda mendapatkan evaluasi, Anda bisa menjadikan hal tersebut sebagai pacuan dan dorongan untuk bekerja lebih baik.

9. Don't Stop Believin'
Anda adalah apa yang Anda pikir tentang Anda. Jangan terpaku pada satu hal, cobalah terus menggali tentang banyak hal. Jangan patah arang ketika menemukan kendala. "Creativity is a skill, not a genetic," tutup Yoris.

Antara Networking, Passion, dan Karier Anda!


Networking. Sudah hal yang jamak diketahui, bahwa networking, atau jejaring sosial adalah hal yang amat penting untuk kemajuan karier seseorang. Tetapi, networking bukan hanya sebatas memperluas pertemanan kenalan saja, lho. Ada esensi di dalam networking, atau lain yang terkandung di dalamnya. Apakah Anda yakin networking Anda sudah berjalan sebagaimana mestinya?

Sekian tahun Anda bekerja, sudah sekian banyak orang yang Anda temui. Tapi, jika Anda ingat-ingat lagi, apakah setiap mereka benar-benar mengenal dan mengingat Anda sesuai dengan citra yang Anda inginkan? Apakah networking Anda sudah berjalan semaksimal mungkin? Jika jawabnya belum, mungkin sudah saatnya Anda merenungkan kembali pekerjaan yang Anda tekuni.

Bertempat di Decanter Wine House, Plaza Kuningan, Rabu (24/03/2010), 87,6 Hard Rock FM, bekerja sama dengan Kompas.com menggelar Networking Night Special Edition. Acara ini merupakan wadah menjalin jejaring insan-insan yang bekerja di industri tertentu dengan industri terkait, serta kesempatan untuk bertemu orang yang dianggap berada di puncak kariernya dalam bidang tersebut. Yang membuat acara kali ini mendapat titel "special edition" adalah karena dibarengi dengan acara peluncuran buku pengembangan karier dari Rene Suhardono, yang berjudul Your Job is Not Your Career!. Rene merupakan CareerCoach yang mengisi rubrik acara di HardRock FM yang membahas seputar karier, ia pun akan mengisi kolom KompasKarier.com besutan Kompas.com.

Pada malam itu, Rene mengundang 8 orang yang menginspirasinya selama hidup dan kariernya, yakni Yoris Sebastian, Ligwina Hananto, Jerry Aurum, Reza Gunawan, Budi Isman, Erry Firmansyah, David Burke, dan Era Soekamto. Di ajang tersebut, Rene sempat mengungkapkan arti networking dan passion dalam kelangsungan keseimbangan hidup dan mengejar arti kesuksesan. Mengenal dan mengelilingi diri dengan orang-orang yang memiliki pengaruh dan suara dalam bidang mereka, akan memberikan kita semacam dorongan dan pembelajaran untuk bisa mencapai keinginan dalam karier.

Lebih lanjut, Rene menjelaskan kepada Kompas Female mengenai esensi networking dari pandangannya, "Networking is about who knows you, bukan who you know. Jadi, bukan kita kenal siapa, tapi siapa yang kenal kita, dan kita dikenal sebagai apa, itu esensinya. Jalankan dengan pemahaman diri yang sangat baik, supaya tak bingung. Harus tulus dalam bertanya, bertindak, dan berkegiatan. Karena ujung-ujungnya adalah, bagaimana kita berkontribusi kepada sesama. To network is to contribute." Kesalahan umum (common mistake) yang dilakukan orang saat menjalin jejaring adalah, "Ketika not being who you are, not caring, dan selalu me-me-me," pungkas Rene.

Dinia Widodo, Senior Media Relations MRA Media Group dan Networking Night menceritakan, "Networking, seperti kita semua ketahui, sangat penting untuk urusan pekerjaan. Lewat networking seseorang akan dinilai dan dilihat kapasitasnya. Karena dalam pekerjaan, tak cukup hanya memiliki skill, tapi butuh networking untuk memajukan dirinya dan perusahaannya di mata pihak lain." Menurut Dinia, acara networking yang sudah berlangsung 4 kali sejak tahun lalu ini selalu meningkat animo peminatnya. Awalnya, hanya 85 orang, kini, dengan kapasitas 150 orang saja, terpaksa banyak yang tidak bisa ikut turut serta karena kapasitas tempat yang terbatas. Jadi, bisa dibilang, makin banyak pula orang yang tahu bahwa networking itu penting dan masih butuh ajang semacam ini untuk makin memperluas networking.

"Di acara networking night semacam ini, menjadi kesempatan untuk para tamu bertemu, gathering, hangout, dan mingling. You network with all the people here. Tak hanya dengan petinggi-petinggi dari bidang yang dijadikan tema (misal, bank, telekomunikasi, dan lainnya) tapi juga dengan orang-orang dari industri terkait."

Dalam sebuah literatur yang dilansir ezinearticles.com, dikatakan bahwa, semakin beragam network yang Anda bangun, semakin baik. Disarankan untuk membuka jaringan Anda di luar batasan geografis. Ketika Anda mendatangi rapat grup atau bertemu klien, jangan lupa dan jangan malu untuk mulai bertukar kartu nama. Rajin menjalin networking baru akan membantu Anda semakin dikenal di lingkup bisnis Anda. Selain itu, akan memperluas wawasan, ide-ide baru, juga membantu Anda bertumbuh dalam banyak hal.

Senada dengan Rene, Yoris Sebastian, CEO OMG Creative dalam suatu kesempatan menyarankan selain untuk memperluas networking, jangan lupa untuk menciptakan keunikan diri. Karena di antara lautan orang yang juga mencoba memperluas jejaringnya, Anda bisa dengan mudahnya terlupakan. Cobalah menemukan sisi unik diri Anda untuk ditawarkan kepada orang lain. Namun, tentunya keunikan dan kemauan itu akan ada jika Anda memiliki passion yang menggerakkan Anda mencapai angan hidup. Jadilah kreatif untuk memperluas jejaring Anda.

Gelisah dengan Pekerjaan? "Do Something"!



Seberapa sering Anda mengeluhkan jam kerja Anda yang begitu panjang, sedangkan pendapatan tak menutupi pengeluaran? Anda merasa terjebak dalam pekerjaan yang sebenarnya bukan minat personal, mengeluhkan rutinitasnya, dan tak menghasilkan nominal rupiah yang diinginkan. Atau Anda tersiksa karena menjalani pekerjaan yang diinginkan oleh keluarga, tetapi tak membuat Anda bahagia.

Rene Suhardono, seorang konsultan karier, mengatakan bahwa kegelisahan atas pekerjaan yang sebenarnya bukan pilihan personal merupakan kewajaran. Menurut dia, dibutuhkan kegelisahan untuk menemukan apa sebenarnya yang paling Anda inginkan dan apa yang membuat Anda bekerja dengan menyenangkan.

"Menjadi masalah ketika Anda merasa tidak perlu melakukan apa pun saat mulai gelisah. Mencari tahu apa penyebabnya lebih baik daripada tidak melakukan apa pun," ungkap Rene di sela acara Networking Night Special Edition yang digelar 87.6 Hard Rock FM bekerja sama dengan Amprop Indonesia, Rabu (24/3/2010).

Referensi bacaan dan jejaring sosial menjadi kunci utama, seperti yang disebutkan Rene, untuk menemukan solusi atas kegelisahan Anda. Anda perlu bertanya kepada diri sendiri mengenai kondisi yang tak menyenangkan saat itu. Mengapa Anda terus melakukannya, atau, apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya. Targetnya adalah menemukan passion dalam diri yang akan mendorong individu bekerja untuk dirinya, bukan untuk orang lain.

"Passion sebenarnya sudah ada dalam diri. Namun, membutuhkan perjalanan untuk menggalinya menjadi kekuatan. Dibutuhkan banyak referensi untuk membuat diri Anda 'tercolek' dan menjadi diri sendiri," kata Rene.

Anda tidak perlu gelisah jika belum datang waktunya menjalani passion. Apabila masa itu datang, beranikan diri Anda untuk mengatakan "Ya" untuk menjalani passion.

Agar Karier Aman Melaju



Meski Anda sudah berada di perusahaan yang sama selama beberapa tahun belakangan, bukan berarti Anda bisa bersantai dan berpikir bahwa posisi Anda aman. Saat ini, ada begitu banyak orang yang mencari lapangan pekerjaan. Dengan mudahnya posisi Anda bisa tergantikan oleh para sarjana-sarjana yang sedang mencari pekerjaan pertamanya. Mereka lebih muda, lebih banyak pendidikan, dan bisa dibayar dengan murah. Nah, supaya Anda bisa mempertahankan pekerjaan Anda, cobalah lakukan hal-hal di bawah ini.

"Setor" muka

Bagaimana cara para "petinggi" melihat Anda sebagai aset perusahaan jika mereka tak pernah melihat wajah Anda? Jika para atasan ini biasa minum kopi bersama di pantry tiap pagi, cobalah sesekali datang sepagi mereka, buat kopi, lalu beri salam. Setidaknya agar mereka pernah melihat wajah Anda. Jangan ragu untuk membuat percakapan ringan jika bertemu dengan salah satu atasan di dalam lift.

Hindari bermain Facebook di jam kerja. Iya, memang benar Facebook adalah situs untuk membangun jejaring. namun mem-posting status dan menjawab pesan dari teman-teman tak membuat Anda terlihat benar-benar memanfaatkan situs itu sebagaimana yang diharapkan. Apalagi jika atasan Anda merupakan salah satu teman di situs Anda itu. Ia bisa melihat status Anda yang bisa saja bertuliskan, "Rapatnya membosankan!". Jika memang sulit untuk menahan diri agar tidak membuka situs tersebut, setidaknya pastikan monitor Anda dalam posisi jauh dari pandangan orang lain. Buat setting privasi khusus untuk para bos yang berteman dengan akun Facebook Anda agar mereka tidak bisa melihat update dari Anda.

Lebih bersuara
Jangan berikan alasan untuk siapa pun membuat Anda tidak dianggap. Jika Anda pada dasarnya tipe orang yang pendiam, tapi pekerja keras, cobalah untuk lebih mengeluarkan pendapat dengan melemparkan info konstruktif pada pertemuan dengan tim saat membahas proyek bersama.

Tapi, yang perlu Anda hindari adalah sikap yang terlalu terlihat "cari muka" di hadapan bos Anda. Kecuali Anda adalah sekretaris personal, menjadi relawan untuk membantu atasan dengan mengerjakan tugas-tugas yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kantor akan membuat Anda terlihat seperti penjilat. Plus, atasan Anda akan bertanya-tanya, mengapa Anda memiliki waktu untuk mengerjakan hal-hal tersebut.

Berarti keluar dari zona nyaman
Saat ini, banyak pekerja yang bisa berganti pekerjaan saat perusahaan mengubah haluannya agar bisa bertahan. Jika bos Anda sedang mengupayakan sebuah proyek baru yang tidak melibatkan Anda, tapi Anda yakin bisa menjadi bantuan di sana, coba cari cara untuk bisa ikut ambil bagian di sana.

Kurangi pula kebiasaan makan siang terlalu lama di luar kantor. Ketika Anda tak berada di kantor dalam waktu lama, Anda berisiko melewatkan kesempatan. Mungkin saja si bos sedang membagikan peran-peran bagi para karyawan untuk mencoba tugas baru. Ketika Anda tak ada di sana saat itu terjadi, hilanglah kesempatan Anda.

Mengamati perkembangan diri
Jika Anda sudah lama tidak mendapatkan evaluasi, cobalah untuk meminta waktu atasan Anda setiap beberapa bulan sekali. Minta ia memberikan evaluasi dan masukan untuk pekerjaan Anda. Atasan akan terkesan dengan inisiatif bawahannya ini. Namun, jangan sampai Anda lalu merajuk minta fasilitas macam-macam hanya karena merasa sudah dekat dengan atasan.

Maksimalkan Leadership Agar Karier Berkembang



Leadership atau kepemimpinan sebenarnya ada dalam diri setiap orang. Hanya saja perlu dimaksimalkan jika ingin menjadi individu yang bertumbuh, termasuk dalam karier. Konsep leadership bisa dikuatkan oleh diri sendiri. Caranya dengan menggali kekuatan yang ada dalam diri. Kenali dengan mencari tahu apa yang paling Anda suka dan apa tujuan Anda.

Coach Margetty Herwin, General Manager iCOACH mengatakan sukses lahir dari 88 persen kekuatan jiwa seseorang (heart and spirit). Kekuatan ini harus digali dari sesuatu yang abstrak menjadi lebih real. Caranya? Coach Getty, panggilan akrabnya, selanjutnya mengatakan untuk memaksimalkan leadership perlu dilakukan hal berikut ini:

Melepaskan mental block
Setiap orang bisa saja menjadi pemimpin. Namun tak semuanya mampu menjadi pemimpin yang efektif. Coach Getty mengatakan lepaskan lebih dahulu mental block atau sesuatu yang menghambat seseorang untuk berkembang.

Kenal diri
Fokuskan pikiran pada kekuatan dalam diri. Hanya dengan cara ini, seseorang bisa menggali dirinya dan kemampuan kepemimpinannya. Mulailah meninggalkan kebiasaan kebanyakan orang, yang lebih sering berfokus pada kelemahan.

Latih kemampuan leadership
Coach Getty menyebutkan ada tujuh pilar yang perlu dilatih menjadi mindset Anda untuk memaksimalkan kepemimpinan. Anda bisa melatihnya sendiri atau dengan bantuan orang lain seperti profesional (coaching). Ketujuh pilar untuk mencapai sukses itu diantaranya:

1. Temukan alasan dan tujuan dari sukses yang Anda inginkan.
2. Yakini bahwa Anda hanya akan menemukan hasil dan bukan kegagalan.
3. Ambil alih tanggungjawab apapun yang terjadi.
4. Kuasai masalah dalam bidang apapun.
5. Rekrutlah orang yang Anda tahu memiliki kualitas profesionalisme baik dan pengetahuan luas.
6. Jadikan pekerjaan dan atau bisnis sebagai aktivitas yang menyenangkan.
7. Komitmen yang kuat pada pekerjaan.

Mental Block Bikin Karier Stagnan?



Merasa puas dengan keadaan bisa bermakna negatif. Apalagi jika ternyata kepuasan itu menghambat diri sendiri untuk berkembang. Zona nyaman dengan karier yang stagnan dianggap lebih aman. Ini menjadi pertanda, mental block tengah menguasai diri.

Coach Margetty Herwin dari iCOACH, yang akrab disapa Getty, mengatakan karier tidak akan bertumbuh lebih maju jika seseorang belum mampu mengatasi mental block dalam dirinya.

"Jika seorang karyawan ditawarkan kesempatan untuk menduduki posisi baru yang lebih menantang misalkan, lalu ia menolaknya karena zona nyaman saat ini, berarti ada mental block dalam dirinya," papar Coach Getty usai seminar bertemakan "Leadership Skills for Excellent Performance" yang diadakan Event Management Indonesia bekerjasama dengan iCOACH di Restoran Sindang Reret, Jakarta, Kamis (4/3/2010).

Menurut Coach Getty, seseorang mengalami mental block atau tidak, bisa dilihat dari caranya berpikir dan memandang masalah.

"Seseorang yang terbuka dan periang biasanya lebih mampu mengembangkan dirinya. Sedangkan seseorang yang pendiam, introvert, pendendam, menyimpan masalah lama yang sudah lewat, cenderung memiliki mental block dalam dirinya," jelas Coach Getty.

Mental block harus diperangi dalam diri orang itu sendiri. Artinya, betapa pun Anda dibantu oleh orang lain, namun bila tidak ada kesadaran dalam diri untuk menghancurkan mental block, rasanya akan percuma, kata Coach Getty.

Membuat diri sendiri lebih terbuka dan berani berkembang adalah dengan melepaskan mental block, seperti trik berikut ini:

1. Melatih komunikasi
Melatih kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu cara yang diterapkan Coach Getty kepada mahasiswanya di Politeknik Universitas Indonesia. Sebagai dosen, Coach Getty mengaku caranya mengajak seorang individu untuk berkomunikasi mampu membangun keberanian. Dengan cara ini pula, kekhawatiran seseorang untuk berekspresi atas dirinya mulai beralih kepada pengenalan kekuatan dalam diri. Berlatih komunikasi juga berarti mengajak individu untuk berterus-terang. Dengan memiliki karakter terbuka, berani terus-terang, seseorang bisa lebih mengenal apa yang diinginkan dalam hidupnya.

2. Mengurangi beban masa lalu
Memfokuskan perhatian pada apa yang sudah terjadi di masa lalu hanya akan membuat energi terkuras. Karena, seseorang cenderung dikuasai rasa khawatir akan pengalaman tak menyenangkan di masa lalu. Ketidakmampuan melepas masa lalu kemudian menghambat seseorang untuk membangun dirinya. Akibatnya, seseorang menjadi pendendam dari pengalaman pahit yang pernah dialaminya.

3. Penerimaan atas diri dan orang lain
Kemampuan untuk menerima orang lain membantu seseorang untuk lebih terbuka. Kesulitan komunikasi juga dipengaruhi faktor ini. Seseorang akan sulit melatih komunikasi jika tidak terbuka dengan orang lain. Dengan mengakui adanya karakter yang berbeda, seseorang bisa melepaskan mental block dan membangun keberanian untuk menghadapi masalah.

4. Jujur dengan siapa pun yang dipercaya
Jika kembali kepada kemampuan komunikasi, kejujuran menjadi faktor penting. Mengakui dengan jujur apa yang tidak disenangi dan atau apa yang paling diinginkan dalam karier dan kehidupan, bisa membantu mengatasi masalah. Tentu saja, sikap jujur tidak serta-merta diobral kepada siapa saja. Menjadi jujur kepada orang yang dipercaya, mampu membantu seseorang melepas mental block dalam diri.

Motivasi, Sumber Energi Saat Bekerja



Banyak orang setuju bahwa motivasi itu bagai misteri. Kita pun sering tidak mengenal penuh motivasi dalam diri kita. Apa yang membuat saya bersemangat? Apa yang membuat saya melompat dari tidur saya di pagi hari? Apa yang membuat saya ceria mengerjakan sesuatu walaupun badan lelah?

Beberapa teori utama yang membahas kebutuhan manusia juga seringkali bisa tidak relevan dengan motivasi orang bekerja di masa sekarang. Betulkah untuk merangsang para salesman diperlukan "upah komisi" saja? Apakah seorang salesman tidak punya keinginan berprestasi sendiri, menghargai dirinya, serta mencintai pekerjaannya? Apakah tidak ada di antara kita, orang yang sangat bersemangat melakukan sesuatu atau menjual produk tanpa terlalu hitung-hitungan mengenai berapa imbalan yang ia dapat? Bukankah kita melihat bahwa banyak sekali orang, demi passion-nya juga tidak menunggu sandang-pangan-papan-nya cukup, untuk menghasilkan karya-karya yang hebat? Sebaliknya, kita juga banyak melihat gejala di mana individu yang mendapatkan gaji yang relatif cukup malah tidak tergerak mengejar target. Dengan kata lain, berhenti di kepuasan fisik dan rasa aman saja.

Memang ada orang dan tim yang tidak mementingkan untuk menghidupkan motivasinya secara optimal, bahkan mungkin tidak merasa bahwa motivasi itu penting. Namun, dalam tuntutan situasi seperti sekarang, sulit dibayangkan bila individu, tim dan perusahaan, hanya mengandalkan kekuatan pikir dan fisik saja. Kreativitas dan value adding mustahil berkembang jika tidak didukung motivasi individu dalam kelompok atau organisasi. Bahkan, nilai motivasi bisa jadi lebih besar pengaruhnya terhadap keberhasilan, daripada nilai kompetensi lainnya. Mungkin ini sebabnya instansi pemerintah pun mulai memperhitungkan motivasi pegawai negeri dalam pengembangan sumber dayanya.

Tumbuhkan “Sense of Progress”
Seorang ahli manajemen membuat penelitian terhadap 12.000 karyawan, yang terdiri atas pekerja kasar sampai para eksekutif. Ia menemukan sense of progress sebagai hal yang paling membuat karyawan ingin maju dan berprestasi ketimbang faktor lain, seperti support internal, teknikal, serta kolaborasi tim. Mungkin ini juga alasan bahwa perusahaan-perusahaan servis yang mengandalkan antusiasme karyawannya mengumumkan secara terbuka pencapaian penjualan hariannya, agar setiap karyawan jelas merasakan milestone perusahaan, sedang maju, jalan di tempat, atau mengalami penurunan.

Bagaimana dengan pekerjaan yang dianggap rutin dan sulit diukur kemajuannya? Seorang karyawan bisa saja mengatakan, “Dari tahun ke tahun, saya menyajikan laporan keuangan bulanan terus. Pekerjaan saya memang itu-itu saja.” Bayangkan, betapa sulitnya menjaga motivasi teman kita ini. Dan bayangkan betapa orang semacam ini cepat berkarat dan tua sebelum waktunya. Untuk pekerjaan-pekerjaan rutin, jalan terbaiknya adalah memberi perasaan pada teman-teman kita ini bahwa kesempatan belajar selalu ada. Pertanyaan atau bahkan berbagai tantangan bisa kita berikan seputar pekerjaannya, sehingga setiap individu merasakan progress belajar dalam dirinya.

Genggam “passion”
Tidak jarang kita temui orang yang sangat pede, tapi tidak terlihat antusias. Profesional yang berbakat dan trampil sekalipun bisa saja tidak bersemangat. Teman saya seorang pemain bola basket yang berbakat, terpaksa harus menghentikan kariernya sebagai pemain nasional, setelah menemukan bahwa kedua belah kakinya tidak sama panjang. Teman kita yang seharusnya jatuh mentalnya ini, ternyata tidak jadi kehilangan semangat, bahkan akhirnya merintis kariernya menjadi pelatih. “Saya tidak pernah lepas menggenggam basket. Mengapa harus berhenti?” kata teman kita ini.

Kita tahu bahwa hambatan pasti dihadapi setiap orang dan terkadang bisa menjatuhkan mental. Namun, sepanjang individu punya kecintaan dan minat yang kuat terhadap substansi tertentu, ia senantiasa bisa menemukan jalan untuk membakar antusiasmenya terus-menerus, dan tidak berhenti berkarya.

Teman kita ini juga menambahkan, “Fokus pada diri sendiri tidak boleh terlalu berlebihan, karena situasi seperti ini membuat kita tidak bisa memperhatikan dan bekerja untuk orang lain di sekitar kita.“ Ya, mana mungkin kita mengeluarkan prestasi terbaik, jika tujuan kita semata untuk kepentingan pribadi? Dengan memperluas minat dan kepedulian pada keadaan di sekitar kita dan kebutuhan orang lain, sumber energi kita tentu akan terus terisi, bahkan bertambah besar.

Motivasi itu dinamis
Orang yang malas sering kita sebut sebagai orang yang tidak punya motivasi. Dengan pandangan ekstrem seperti ini, kita seakan punya beban berat jika diberi tugas untuk menanamkan motivasi dalam diri seseorang atau sebuah tim. Sebaliknya, kalau kita membayangkan bahwa motivasi itu bagaikan sebuah sumber energi dalam tubuh kita, kita bisa melihat bahwa motivasi akan selalu ada dalam diri tiap orang. Ada orang yang sumber energinya kuat, ada yang sumber energinya lemah. Ada orang yang mampu konsisten menjaga sumber energinya tinggi, namun ada juga yang grafik energinya naik-turun.

Hal yang "magic" adalah bahwa bahwa energi yang kuat dari seseorang bisa menular pada orang lain. Kita tahu bahwa hawa bersemangat dari seorang pemimpin bagaikan virus yang bisa segera menyebar, membuat orang lain merasa ringan dalam bekerja, bahkan membuat tim jadi kuat mendobrak dan mendorong hasrat pemecahan masalah kreatif.

Jadi, sebetulnya tidak sulit juga membawa organisasi pada suasana motivasional. Dengan menikmati pekerjaan kita, melihat kekuatan tim dan berpikir positif, mengajak teman-teman untuk selalu berpikir maju, pastinya hawa tim akan berubah dan bisa segera mengangkat energi dari orang-orang lain di sekitar kita juga.

Motivasi itu dinamis, mengalir, dan bergerak. Tantangan pun tidak usah dicari-cari lagi jika kita terbiasa berkomunikasi efektif, sehingga kritik dan evaluasi bisa terus masuk. Sebagaimana sering kita baca: “Motivation requires a delicate balance of communication, structure, and incentives“.

Ubah Rasa Takut Gagal Jadi Kekuatan

Kata orang, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Bagaimana supaya siap menerima kegagalan tanpa jadi patah arang?

Kalau sering membaca biografi tokoh terkenal, Anda pasti tahu bahwa kehidupan tokoh-tokoh besar dunia tida seindah cerita dongeng. Sebelum mencapai sukses, terlebih dulu ada rangkaian kegagalan pahit yang mereka alami.

Namun, sering kali untuk mencapai kesuksesan, kita lebih sering berkutat dengan pikiran negatif alias takut gagal. Lantas, bagaimana cara terbaik menyingkirkan rasa takut gagal? Seperti juga stres, rasa takut gagal sebenarnya bisa dilihat sebagai potensi yang malah menolong kita menyelesaikan tugas dengan sebaik mungkin. ”Dalam taraf baik, rasa cemas justru bisa memotivasi diri kita untuk menganalisis faktor-faktor penghalang dan menyusun strategi untuk mengatasinya,” ujar Tuti.

Langkah-langkah berikut bisa membantu Anda mengendalikan kecemasan dan justru menyulapnya menjadi kekuatan.

Bersikap Realistis
Tuntutan untuk selalu memberikan hasil sempurna biasanya menyebabkan Anda ragu-ragu bertindak. Bersikap realistis lebih baik ketimbang Anda selalu berusaha tampil sempurna.

Dahulukan Rasio
Buat daftar hal-hal yang mencemaskan Anda. Setelah itu, luangkan waktu untuk menyusun rencana antisipasi sehingga Anda dapat mencoret poin di dalam daftar satu demi satu. Jika daftar sudah habis dicoret, tetapi rasa takut masih menetap, sadarilah bahwa ketakutan ini timbul karena alasan yang tidak masuk akal.

Jangan Bergantung pada Pujian
Dukungan dan pujian dari orang lain memang bisa menjadi suntikan motivasi yang ampuh. Namun, berhati-hatilah supaya Anda tidak malah menjadi bergantung pada pengakuan orang lain. Sebagai gantinya, berilah hadiah kepada diri sendiri setiap kali berhasil mencapai target.

Anggap Pengalaman Buruk sebagai Latihan

Setiap orang memiliki tingkat ketahanan tertentu dalam menghadapi cobaan. Kian sering didera pengalaman buruk, makin tahan pula ia menghadapi tekanan berikutnya. Tak perlu patah hati ketika gagal, karena itu malah menjadikan Anda semakin tangguh kala diserang masalah.

Jangan Mencampuradukkan Kegagalan
Kegagalan dalam suatu hal bukan berarti secara otomatis Anda juga akan gagal dalam bidang lain. Ingat, kegagalan bukan penyakit menular, lho!

Dicari: Bos yang Bisa Bikin Sehat!



Bos yang tidak kompeten dan kasar ternyata tidak hanya mengacaukan hari-hari kita. Sebab, berdasarkan penelitian terbaru, bos yang tidak menyenangkan seperti itu adalah sumber stres karyawan yang dapat menyebabkan serangan jantung!

Adalah Anna Nyberg dari Karolinska Institute di Swedia yang melakukan penelitian sebagai persyaratan mendapatkan gelar masternya. Nyberg melakukan survei terhadap 20.000 pegawai di Eropa. “Secara tersirat terlihat, pegawai yang bosnya bukanlah pemimpin yang baik adalah awal dari terjadinya serangan jantung. Dan uniknya, serangan jantung pada pegawai ini lebih banyak dialami oleh laki-laki,” paparnya.

Ternyata, Nyberg menambahkan, masalah pekerjaan terbawa terus sampai pegawai keluar dari ruang kerjanya. Inilah yang terjadi pada pegawai-pegawai yang ditelitinya di Swedia, Firlandia, Jerman, Polandia, dan Italia. Pegawai di Swedia, lebih dari 25 persen berisiko mengalami serangan jantung selama 10 tahun belakangan. Risiko serangan jantung ini akan berlangsung lama ketika para pegawai terus bekerja dengan bosnya yang tidak menyenangkan dalam jangka waktu lama.

“Ini jelas menunjukkan adanya hubungan antara kemampuan memimpin seseorang dengan tingkat stres bawahannya,” katanya.

Ketika pegawai hanya mengeluh tentang bosnya, itu adalah awal dari stres akan terus terjadi. Sebab, Nyberg menjelaskan, dari data yang dimilikinya, pegawai yang lebih sering izin sakit memiliki keterkaitan dengan bagaimana bosnya memberikan perintah.

Lalu bagaimana dengan pegawai perempuan? Nyberg menjawab, angka keterkaitan kepemimpinan bos dengan status kesehatan karyawan tidak terlalu jelas. Tetapi, Nyberg juga meyakini kemungkinan perempuan juga bisa mengalami stres akibat bosnya tidak menyenangkan. “Karena pada dasarnya, stres pekerjaan dialami oleh laki-laki dan perempuan.”

Menanggapi penelitian Nyberg, Direktur Behavioral Medicine Research Center di Duke University, Dr Redford Williams, mengamini jika stres karena pekerjaan memang disebabkan ketidakmampuan atasan untuk menjadi pemimpin yang mendukung karyawannya. “Alhasil, stres ini membuat tubuh mengeluarkan hormon yang menaikkan tekanan darah, menyebabkan peradangan, serta membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih tipis hingga serangan jantung mungkin saja terjadi.”

Karena atasan selalu menekan anak buahnya, lama-kelamaan akan membuat stres berubah wujud menjadi serangan jantung dan stroke. “Bawahan memiliki posisi tawar yang sedikit untuk bisa menghadapi bos yang tidak punya jiwa kepemimpinan. Inilah yang kemudian membuat mereka mengalami penurunan status kesehatan.”

(Prevention Indonesia/Siagian Priska)

Jilbab Anak Cantik Warna Biru

Jilbab warna biru untuk anak, tentu akan sangat lucu sekali. Itulah yang saya rasakan ketika melihat gambar sebuah patuh peraga yang sedang menggunakan jilbab biru muda yang memang dibuat untuk anak kecil perempuan itu. Jilbab itu memperlihatkan wajah lucu anak kecil yang memakainya, dan panjang jilbab itu sampai sebahu. Di samping jilbab kecil lucu itu dihiasi berbagai macam bordiran, dan kalau saya lihat memang lucu banget.

Tepat di samping jilbab, terdapat BAJU HAMIL yang berwarna coklan, dan dengan motif kotak. Tentu bagi anda yang sedang hunting jilbab dan baju muslim, hal ini merupakan keuntungan. Dan di toko GROSIR BUSANA MUSLIM ini juga terdapat banyak sekali peci yang terbuat dari bahan yang lembut dan sejuk. Toko ini terletak di jalan Sudirman no 46, dan pada hari –hari tertentu ada program diskon yang sangat menggiurkan.

"Sayalah yang Anda Cari"


Interview adalah tahap yang sangat penting dalam melamar pekerjaan. Jadi, memang perlu dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Dari banyak hal yang ditanyakan dalam sebuah wawancara, pertanyaan, "Mengapa kami harus merekrut Anda?" adalah yang paling sering dilontarkan.

Meski terkesan sederhana, jika salah menjawab, bisa mengakibatkan 'bencana'. Jadi, mari persiapkan diri menjawab pertanyaan ini. Psst, pertanyaan ini juga bisa menjadi semacam tes untuk menguji kemampuan Anda 'menjual diri'.

Stop Jawaban Standar
Ketika mendapatkan pertanyaan di atas, kebanyakan orang akan menjawab dengan jawaban standar, misalnya;
- "Karena saya pekerja keras"
- "Karena saya bagus dalam bidang ini"
- "Karena saya punya pengalaman bekerja di bidang ini"

Menurut Rajahsree B Mustafi, pakar HR dari situs Shine.com, jawaban-jawaban tadi memiliki kelemahan. Jawaban pertama, jika hanya itu yang diberikan, tidak akan membantu mempromosikan diri. Jawaban kedua, terkesan kurang semangat dan tak jelas apa tujuannya. Jawaban ketiga, masih kurang meyakinkan.

Mari Bersiap
Lalu, kalimat seperti apa yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan tersebut? Rajashree menyarankan Anda sebaiknya tampil sesiap mungkin sehingga tampak sangat dibutuhkan perusahaan yang memanggil Anda dan menjadi one-stop solution untuk setiap "masalah" mereka.

1. Baca Job Description
Ini hal pertama yang perlu disiapkan sebelum memenuhi panggilan wawancara kerja. Baca deskripsi pekerjaan yang Anda lamar dengan cermat dan pertimbangkan apakah Anda benar-benar cocok dengan posisi yang ditawarkan. Cermati juga poin apa yang paling ditekankan dan kriteria yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

2. Buat Daftar
Setelah itu, buat daftar persyaratan apa saja yang dibutuhkan dan cari tahu seberapa layak Anda untuk menempati posisi terebut. Buat juga daftar skill atau keterampilan Anda dan cocokkan dengan kriteria yang dicari perusahaan. Buatlah catatan pribadi, apa saja yang membuat Anda unik dan berbeda dari kebanyakan orang. Misalnya, pada kepribadian, kekuatan stamina, keterampilan berhadapan dengan orang lain, gaya bekerja, dan lain-lain. Jangan lupa, berikan contoh konkret mengapa keterampilan dan prestasi yang Anda tulis itu membuat Anda tampil menonjol.

Formulasi Jawaban
Nah, sekarang saatnya Anda menjawab pertanyaan. Tak perlu gentar. Biasanya pertanyaan ini akan dilontarkan terakhir. Anda hanya perlu bersiap dengan baik untuk menjawabnya dan berlatih sebelum memenuhi undangan wawancara.
Tips Rajashree berikut akan membantu Anda memformulasikan jawaban dengan lebih baik.

Tunjukkan Keterampilan
Pada saat berbicara, bersikaplah positif. Tunjukkan kemampuan Anda sesuai dengan persyaratan yang diajukan perusahaan dan tujuan Anda melamar pekerjaan tersebut. Perlihatkan bagaimana keahlian dan pengalaman Anda sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Jangan lupa juga, beritahu kapan saja keahlian Anda siap digunakan dan bagaimana keahlian itu sangat sesuai dengan posisi yang ditawarkan.

Sebutkan Nilai Anda
Ketika Anda mencari tahu tentang perusahaan, posisi yang ditawarkan, dan persyaratan yang diajukan, Anda tentu juga akan mencari tahu tentang budaya kerja. Di sesi wawancara ini, Anda bisa menyebutkan nilai-nilai Anda sendiri dan bagaimana nilai-nilai itu sesuai dengan perusahaan yang sedang Anda datangi ini.

Perlihatkan Minat
Saat wawancara, Anda juga perlu menunjukkan antusiasme pada pekerjaan dan perusahaan. Tunjukkan dengan jelas kepada pewawancara kerja bahwa Anda menginginkan pekerjaan tersebut. Tunjukkan minat Anda pada perusahaan dan posisi yang ditawarkan. Bicaralah lebih detail tentang prestasi Anda dan jadikan ini sebagai "gong"-nya. Yang juga perlu diingat saat mempromosikan diri adalah anggap diri Anda sebagai produk yang sedang dijual dan susun strategi agar pembeli tertarik membeli Anda.

Jawablah pertanyaan tersebut dengan tepat, jelas, dan percaya diri. Jika ada poin penting muncul selama wawancara, bersiaplah untuk menyesuaikan jawaban Anda. Tetaplah berpikir positif dan terbuka untuk pertanyaan lanjutan. Misalnya, pewawancara menekankan pada keahlian tertentu, Anda tentu perlu memperjelas sesuai yang diinginkan si pewawancara.

Ingat, wawancara ini bukan tentang apa yang Anda inginkan, tetapi apa yang mereka cari. Jadi, fleksibel dan bicaralah dengan tepat. Semoga berhasil!

Berbagi Tips dan Triks Gratis

Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.

Memakai Lingerie ke Acara Resmi



Ada kalanya Anda ingin tampil dengan busana yang sedikit seksi. Salah satu caranya adalah dengan mengenakan lingerie yang model terusan sebagai gaun, dan menutupinya dengan trench coat atau kardigan panjang. Sehingga, meskipun tubuh Anda tertutup rapat, tampilan lembut lingerie yang sedikit mengintip bisa memberikan kesan seksi.

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar orang lain tidak mengira Anda hanya mengenakan pakaian dalam saat menghadiri acara atau pesta.

1. Pastikan keperluan Anda dalam menggunakan lingrie. Pada kesempatan apa, dan digunakan pada pagi atau malam hari?

2. Pastikan warna gaun yang Anda gunakan cocok dengan warna lingerie dan sebaliknya. Roberto Cavalli, yang baru saja menggelar koleksi musim seminya, menampilkan beberapa lingerie yang menjadi tren. Kebanyakan lingerie-nya menampakkan desain yang manis namun tetap seksi, yakni warna hitam yang elegan. Warna yang solid seperti ini bisa menjadi pilihan, ketimbang warna-warna lembut seperti kuning gading atau krem.

3. Sesuaikan model dan bahannya. Jahitannya rapi, modelnya tidak terlalu ramai atau terlalu dekoratif, jika memiliki unsur bulu pun harus didesain dengan rapi. Dan tentunya, menutupi seluruh bagian tubuh yang utama. Bedakan hal ini dengan lingerie untuk tidur.

4. Ukuran panjang dan ukuran badan. Lingerie harus memiliki ukuran standar pada siluet kemeja, rok, atasan, ataupun gaun mini Anda. Meskipun lingerie tembus pandang, Anda tak ingin lingerie Anda balapan dengan rok mini Anda kan? Atau lingerie seperti ingin berontak dan tidak menopang payudara dengan baik. Namun sekali lagi bedakan dengan lingerie yang biasa Anda gunakan untuk ke tempat tidur.

Yang tidak boleh dilakukan?

Tampak berlebihan. Ingat, Anda berada di ruang publik. Carmen Electra contohnya, ia tidak bisa membedakan lingerie untuk ke pesta, untuk keperluan kerja, atau yang untuk tidur. Ia menggunakan lingerie dari bahan satin yang rata-rata digunakan untuk tidur. Satu lagi kesalahannya saat menggunakan lingerie untuk keperluan formal: terlalu banyak renda dan pita!

8 Tips Saat Membeli Rumah



Setiap orang pasti bersemangat saat akan membeli rumah untuk pertama kali. Bayangan memiliki rumah sendiri, yang bisa ditata dan diisi dengan perabotan sesuka hati, membuat Anda tak sabar untuk segera berburu rumah-rumah baru di pinggiran kota.

Sebelum Anda memutuskan untuk memberi uang jadi pembelian rumah, ada baiknya Anda memperhatikan syarat-syarat pembelian rumah dan kondisi rumah itu sendiri. Bagaimana pun juga, membeli rumah merupakan salah satu bentuk investasi. Jadi, jangan sampai Anda merasa rugi belakangan. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli rumah:

1. Pastikan record Anda baik
Meminjam dana memang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan rumah impian. Namun cara itu tidak akan pernah terjadi jika Anda telah di-blacklist oleh salah satu bank. Misalnya, karena Anda punya record tidak menyelesaikan utang kartu kredit atau kredit tanpa agunan. Setiap bank biasanya akan mengirimkan laporan mengenai perilaku nasabahnya pada bank-bank lainnya (membuat link) sehingga Anda tidak mungkin melakukan pinjaman atau kredit lagi.

Sebelum Anda berburu rumah impian, pastikan tidak ada informasi yang salah tentang alur pinjaman kredit Anda, atau tidak ada kekeliruan nilai kredit. Misalnya, nilai pinjaman sudah mencapai limit sehingga Anda tidak mungkin melakukan pinjaman lagi. Jika ternyata terjadi kekeliruan, pastikan Anda langsung menyelesaikannya agar Anda bisa dengan mudah mengajukan pinjaman lagi.

2. Konsultasi dengan pemberi pinjaman
Tanyakan pada teman atau saudara Anda yang telah menggunakan jasa peminjaman. Mereka bisa berbagi pengalaman dan mereferensikan Anda pada bank yang memang credible. Namun Anda juga mempunyai tugas untuk memeriksa dan membandingkan beberapa penawaran dari para pemberi pinjaman itu. Pinjaman Anda tidak akan ditolak jika semua persyaratan memang telah disetujui.

3. Beli rumah saat harganya masih rendah
Ada beberapa perumahan yang harganya melonjak naik karena infrastrukturnya sudah lengkap. Pembangunan jalan tol, misalnya, bisa membuat harga rumah naik 50 persen. Karena itu, jika ada rencana pembangunan jalan tol di kawasan perumahan yang Anda incar, segera beli rumah tersebut sebelum harganya naik. Namun pastikan juga Anda memilih area yang tidak terkena pembebasan tanah.

4. Beli rumah baru saat bunga rata-rata masih cukup normal
Ada saat dimana suku bunga peminjaman sedang jatuh atau turun. Nah, ini juga merupakan tanda bagi Anda untuk berinvestasi di dunia properti.

5. Pastikan saat ini Anda memiliki jumlah dana yang cukup
Uang muka atau tanda jadi pasti harus dibayar lunas. Idealnya, Anda memiliki tabungan yang cukup, minimal 20 persen dari harga rumah yang akan Anda beli.

6. Tahu biaya tambahan untuk rumah yang harus dialokasikan
Tanda jadi dan uang maka hanyalah salah satu permulaan saja. Anda juga harus mengalokasikan dana untuk biaya asuransi, pajak, dan juga biaya konsultasi atau administrasi. Jumlah ini harus dialokasikan sebagai pembayaran tambahan setiap bulannya, di samping jumlah yang harus Anda angsur. Bahkan Anda juga harus menyisakan dana untuk perbaikan dan perawatan rumah.

7. Hati-hati dengan penawaran rumah
Anda harus jeli menilai rumah yang akan dibeli. Sebab bisa jadi rumah yang dijual saat ini berstatus rumah sitaan. Cari tahu latar belakang rumah yang Anda beli. Sisakan sedikit dana untuk menyewa ahli yang bisa menilai dan mencari tahu seputar reputasi rumah (keamanan atau tidaknya secara hukum, RED) sehingga nantinya mereka juga bisa memberikan masukan tentang berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah.

8. Hati-hati terhadap rumah dengan penawaran yang amat singkat
Kenapa? Sebab bisa saja rumah tersebut belum memiliki sertifikat hak milik, atau tanahnya masih tanah girik. Atau, tanah tersebut masih dalam sengketa. Sehingga rumah seperti ini memang menawarkan harga yang lebih murah namun prosesnya akan berbelit-belit dan lama. Selain itu juga lebih banyak resikonya.

Obat Tradisional Vs Obat Modern

Jika anda disuruh memilih, jenis obat manakah yang anda pilih? Tentu saja jawaban yang akan didapatkan akan bermacam-macam tergantung dari orangnya. Terus terang saya akan memilih OBAT HERBAL untuk menyembuhkan penyakit yang saya derita, namun tentu saja saya juga harus meminta saran dari dokter untuk mengetahui lebih jelas tentang penyakit yang saya derita.

OBAT TRADISIONAL biasanya tidak menandung efek samping yang berbahaya bagi tubuh di masa yang akan datang. Karena faktor inilah saya lebih memilih untuk menggunakan obat alami. Namun apakah saya selalu akan bergantung sama obat yang alami? Tanpa pernah menggunakan obat yang mengandung kimia? Tentu saja jawabannya kembali lagi kepada kebutuhan, jika memang penyakit yang saya derita tidak bisa diobati dengan obat-obatan yang terbuat dari bahan alami, saya harus menggunakan obat modern yang mungkin mengandung kimia.

Mengkritik Itu Ada Tekniknya!



Kritik bisa menjadi hal yang membangun, tapi juga bisa menjadi hal yang menjatuhkan, tergantung cara penyampaian dan penerimaan. Bagaimana cara menyampaikan kritik yang tepat sehingga bisa tersampaikan maksud baik di baliknya? Berikut tips yang dituliskan Mien R. Uno, pemerhati penampilan dan pengembangan diri dalam bukunya, Etiket: Sukses Membawa Diri dalam Segala Suasana.

Teknik Mengkritik:
Tujuan utama mengkritik sebaiknya berupa memperbaiki kualitas seseorang. Karena hal ini berkenaan dengan harga diri seseorang, maka harus disampaikan dengan benar. Karena kalau tidak, orang yang dikritik bisa salah mempersepsikan, dan ujung-ujungnya tersinggung atau marah. Supaya hubungan akrab tetap terjaga, cobalah teknik berikut:

1. Perhatikan siapa yang dikritik. Hubungan yang berbeda, tentu berbeda cara pendekatannya. Misal, cara berbicara dengan saudara kandung berbeda dari cara bicara dengan teman sekantor.

2. Perhatikan intonasi suara dan nadanya. Sebisa mungkin diucapkan dengan kalimat yang enak didengar, dan nada suara yang ramah, bukan menuduh atau menguliahi.

3. Jangan pernah mengkritik orang di depan banyak orang. Siapa pun itu yang Anda kritik akan merasa sangat sakit hati jika Anda membuka kelemahannya di hadapan banyak orang. Katakan pada momen yang tepat dan pribadi. Hal ini pun akan mempengaruhi penilaian orang lain kepada Anda. Jika Anda berani mengkritik orang lain di hadapan orang banyak, orang-orang pun akan takut untuk berteman atau berada dekat Anda.

4. Perhatikan situasi dan kondisi orang yang dikritik. Supaya maksud baik Anda tidak disalahartikan, perhatikan suasana hati orang tersebut. Jika ia sedang terlihat sedih, marah, atau tidak bersemangat, sebaiknya tunda dulu hingga suasana hatinya sedang baik dan dalam keadaan santai. Jika tidak, emosinya bisa meninggi, dan kritikan tersebut justru akan menjadi bibit pertengkaran Anda dan dia.

5. Sebelum Anda membuka mulut untuk mengkritik seseorang, ketahuilah duduk persoalan dengan sebaik-baiknya. Lihat segala kemungkinan, pelajari hal tersebut dari berbagai sisi. Ini penting untuk menghindari kesalahan persepsi, juga memastikan agar kritik Anda tepat sasaran.

Tips:
- Tak semua orang mampu menangkap beberapa kritik sekaligus dengan cepat. Saat menghadapi orang seperti ini, berikan kritik satu demi satu, jangan sekaligus. Upayakan untuk bersikap ramah, agar orang yang dikritik tidak minder atau grogi.
- Bila memungkinkan, sebutkan dahulu sisi positifnya, barung negatifnya. Misal, "Bajumu bagus sekali, tapi rasanya lebih cocok kalo dikenakan malam hari, deh."
- Menghadapi orang yang tidak suka dikritik itu tidak mudah. Perlu diingat, orang yang hobi mengkritik tetapi tidak suka dikritik adalah orang yang kurang percaya diri. Sebenarnya, ia tak sanggup mendengarkan pendapat orang lain mengenai dirinya dan takut kecewa. Kalau sanggup berkorban perasaan karena kasihan padanya, berusahalah untuk "melunakkan" hatinya. Kalau merasa tak sanggup, apa boleh buat, hindari saja.

Bahaya Rokok untuk Perokok Pasif Kedua


Efek rokok memang sungguh buruk, tak hanya bagi si pengisap, tetapi juga untuk perokok pasif pertama dan kedua. Perokok pasif pertama adalah orang yang kebetulan berada satu ruangan dengan perokok dan ikut menghirup asapnya. Sedangkan perokok pasif kedua adalah orang lain yang terkena residu asap rokok tersebut melalui pakaian, rambut, mobil, atau apa pun yang terkena hembusan asap tersebut.

Menurut para peneliti, residu asap rokok bisa sangat berbahaya untuk anak-anak yang mungkin akan menjilat atau menyentuh permukaan benda-benda yang terpapar asap tersebut.

Para peneliti di Lawrence Berkley National Laboratory di California ini mempelajari nikotin yang terserap di materi di dalam ruangan, atau interior di dalam mobil perokok. Hasilnya menunjukkan bahwa menghindar dari ruangan dimana banyak orang sedang merokok tidak cukup melindungi kesehatan Anda.

Dr Hugo Destaillats, seorang ahli kimia lingkungan yang tergabung dalam studi tersebut, mengatakan, "Karena kontak berulang dengan permukaan -seperti pakaian, kulit, perabotan- dan debu, bayi dan anak-anak akan terkena risikonya."

Penemuan yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Scientists ini, menyarankan agar Anda sebisa mungkin tidak menyentuh karpet tua, kursi, tirai, atau benda-benda lain yang mungkin sudah terpapar tembakau.

Untuk Anda yang merokok, ubahlah sikap Anda yang egois. Jangan lagi merokok di ruang tertutup (termasuk di dalam kendaraan umum), atau ruang terbuka bila memang masih ada orang di sekitar Anda. Setiap orang berhak atas udara yang bersih, jadi hargailah mereka!

Susahnya Menghias Cupcake



KOMPAS.COM/GOLDA NAYA');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">KOMPAS.COM/Golda Naya');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">KOMPAS.COM/Golda Naya');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">KOMPAS.COM/Golda Naya');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">

Salah satu penganan yang disediakan untuk merayakan keberhasilan atau kasih sayang adalah adalah cokelat, taart, ataupun cupcake. Khususnya cupcake, yang mulai populer beberapa tahun belakangan ini, terasa lebih istimewa karena penampilannya yang lebih bisa dimodifikasi sesuai keinginan.

Karena bentuknya yang mungil, manis, dan menggugah selera, banyak perempuan yang ingin belajar membuatnya. Tak terkecuali Kompas Female. Karena itu, ketika Orange Blossom mengundang Kompas Female untuk belajar menghias cupcake, kami pun langsung merasa tertantang. Siapa takut?

Acara menghias cupcake ini merupakan salah satu agenda acara komunitas perempuan di Kelapa Gading ini untuk merayakan hari Valentine. Acara bertajuk "Cooking With Love" yang dihelat di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (11/2/2010) itu dihadiri para anggota yang rata-rata merupakan ibu rumah tangga, pekerja kantoran, dan pengusaha.

Menurut Anne Marie, ketua Orange Blossom, tujuan mereka mengadakan acara ini adalah untuk memberdayakan perempuan, dan agar senantiasa update dengan hidupnya. "Daripada menghabiskan waktu hanya dengan rutinitas monoton, lebih baik luangkan waktu untuk ikut kegiatan bermanfaat,'' tuturnya.

Food stylist yang juga praktisi kuliner, Yeni Ismayani, memandu acara hari itu. Perempuan yang sudah menerbitkan buku resep cupcake ini menyebutkan bahan-bahan yang dibutuhkan, yaitu cetakan cupcake (atau cetakan bolu), i-cing (krim penghias) atau butter cream, meses, butiran gula-gula kecil berwarna-warni, permen berbentuk hati, selai strawberry, dan cokelat pink.

Penasaran dengan para perempuan lain yang begitu bersemangat menghias cupcake-nya, Kompas Female pun mengerahkan segala upaya untuk menguasai cupcake yang saat itu baru berupa kue bolu polos.

''Cupcake itu harus terlihat menarik, dan hiasannya bisa menggoda orang untuk mencicipi,'' pesan Yeni.

Setelah bahan-bahan disiapkan, yang harus dilakukan adalah menyiapkan plastik segitiga (piping bag) yang diisi dengan butter cream. Anda bisa memilih butter cream warna apa saja. Namun karena kali ini temanya Valentine, oke lah, kami memilih warna putih dan merah jambu.

Kemudian kami memasang spuit (besi kecil berbentuk kerucut) di ujung plastik segitiga untuk mulai membentuk butter cream. Menghias cupcake, menurut Yeni, intinya harus menutupi seluruh permukaan cupcake dengan butter cream tersebut.

''Ada teknik khusus untuk membuat hiasan cupcake yang baik. Yakni membuat tekanan atau lekukan yang pas, tidak terlalu kuat atau terlalu lemah. Kalau tidak, maka hasilnya akan putus-putus dan tidak rapih,'' jelas Yeni.

Kelihatannya memang simpel. Namun ternyata butuh teknik khusus untuk bisa menghasilkan hiasan cupcake yang menarik. Bahkan butuh kreativitas tinggi untuk membentuk butter cream menjadi seperti yang kerap kita lihat di toko-toko yang menjual cupcake. Tidak heran bila harga sepotong cupcake bisa mencapai Rp 25.000. Harga ini rupanya untuk membayar keahlian pembuatnya.

Hasil karya Kompas Female sendiri terlihat sedikit tak beraturan. Namun kami pede saja meneruskan menghias kue bolu ini. Ternyata sama sekali tidak mudah membuat cupcake. Sedikit sirik juga akhirnya melihat perempuan lain yang terkesan begitu serius menghias. Ada yang membuat hiasan berbentuk hati, bunga, boneka, atau yang bertema serbapink.

Yeni memberikan waktu 10 menit untuk membentuk butter cream di atas bolu. Waktu ini dirasa kurang oleh sebagian peserta. Tak jarang ada yang mengulang dan menghapus hiasan kue dengan tisu.

''Aduh, Ibu, kuenya udah nggak steril lagi, deh,'' celetuk Yeni saat melihat ulah tersebut.

Menjelang acara berakhir, terpilih tiga orang dengan kreasi cupcake yang paling cantik. Sayang, Kompas Female tak termasuk di dalamnya.

Anda tertarik menghias cupcake? Berikut resep dari Yeni Ismayani.

Love Cup Cake

Bahan: 120 gr mentega, 180 gr gula pasir, 2 butir telur, 340 gr tepung terigu, 1 sdt baking powder. Bila ingin langsung menghias, gunakan kue bolu yang dijual di toko roti.

Hiasan: Butter cream siap pakai beraneka warna, pink chocolate (meses), gula-gula warna-warni, dan permen berbentuk hati atau boneka.

Cara membuat: Siapkan cetakan cupcake, alasi dengan paper cup. Kocok mentega dan gula pasir hingga lembut, kemudian masukkan telur, kocok hingga rata. Masukkan tepung terigu dan baking powder, aduk hingga rata. Masukkan adonan dalam cetakan dan panggang dalam oven selama 30 menit. Dinginkan, kemudian hias dengan butter cream dan hiasan lainnya.

Perempuan Berhak Memberdayakan Diri



Tak sedikit perempuan yang masih tak berkuasa atas dirinya, dan menggantungkan nasib pada orang lain. Namun, banyak juga perempuan yang mampu berdaya atas dirinya, meski kadang dihadang banyak persoalan, termasuk urusan personal atau domestik. Lantas apakah perempuan kehilangan haknya menjadi berdaya, tampil di ruang publik misalnya?

Sebagai refleksi, Inayah Wulandari Wahid, putri bungsu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengutip kata-kata inspiratif dari sang ayah. Tak pernah ada hambatan, dan yang menjadi hambatan adalah diri sendiri, maka berdayakanlah diri sendiri. Hal ini berlaku untuk perempuan maupun lelaki.

"Baik ibu maupun kami putri-putrinya selalu didukung dalam setiap kegiatan kami. Terutama ibu (Sinta Nuriyah, RED) yang memiliki aktivitas pemberdayaan kaum perempuan. Jika kami harus meninggalkan rumah, itu menjadi resiko yang harus ditanggung, dan kami tetap didukung," tutur Inayah kepada Kompas Female, usai menghadiri acara "A Tribute to Gus Dur" sebagai rangkaian acara memperingati Imlek "The Spirit of Prosperity" di Mal Ciputra Jakarta, Rabu (10/2/2010).

Semasa hidupnya, Gus Dur menjadi pendukung kegiatan Inayah dan semua perempuan dalam keluarganya. Bahkan Gus Dur terang-terangan mengakui terinspirasi oleh kaum perempuan, demikian papar Inayah.

"Seminggu sebelum wafat, Gus Dur membaca buku tentang ratu Skotlandia, dan dia berkata kepada saya untuk terus belajar. Gus Dur tidak malu belajar dari perempuan," papar Inayah.

Belajar, berdaya dengan dirinya, dan menjadi pemimpin merupakan hak dan kesempatan yang juga ada pada diri perempuan. Hal inilah yang tertanam dalam diri Inayah.

Terilhami dari pengalaman personal Inayah, seharusnya kaum perempuan mampu mengatakan dengan lantang, bahwa ia memiliki hak atas dirinya. Pemahamannya adalah, bahwa kaum perempuan pun punya hak yang sama untuk mengambil keputusan, menjadi pemimpin, bekerja untuk dirinya dan orang lain, atau berperan dalam ruang publik apa pun bentuknya. Karena hanya dengan cara itu hambatan dalam diri, yang seringkali membuat perempuan tak berani berbicara sekalipun, bisa terbongkar.

Contoh sederhananya, sudahkah Anda sebagai perempuan berani membuat keputusan (apapun persoalan Anda)? Jika belum, ini pertanda ada sebagian diri Anda yang tak berdaya. Bongkar saja hambatannya karena Anda punya hak untuk itu.

Membeli Aksesori untuk Laptop


Saat Gavilan Computer merilis laptop pertama pada tahun 1983, semua orang mengakui bahwa latop adalah barang yang sangat berguna bagi yang memiliki mobilitas tinggi. Bentuknya yang sederhana dan ringkas memungkinkan orang untuk melakukan pekerjaan di mana dan kapan saja.

Untuk itu, kenyamanan saat menggunakan laptop mejadi hal yang patut diberi sorotan, agar kinerja Anda bisa lebih maksimal. Berikut adalah beberapa aksesori yang bisa Anda beli untuk memperoleh kenyamanan tersebut:

1. Tas. Harus diingat bahwa laptop adalah barang yang sangat sensitif pada benturan/guncangan. Inilah menjadi alasan mengapa tas laptop menjadi barang yang tak dapat ditawar. Pilihlah tas yang memiliki bantalan yang mampu meredam guncangan. Kini banyak dijual tas khusus untuk laptop dari berbagai jenis dan ukuran, semua tergantung pada kebutuhan Anda. Akan lebih baik lagi jika tas tersebut mampu menampung aksesori-aksesori lain sehingga lebih ringkas.

2. Mouse. Fungsi mouse pada laptop digantikan oleh touch pad yang terletak di bagian bawah keyboard atau oleh tracking pointer yang terletak di tengah-tengah keyboard. Untuk waktu singkat, touch pad dan tracking pointer tadi barangkali tidak menjadi masalah, tapi kalau Anda ingin menggunakan laptop untuk waktu lama, kehadiran mouse mampu memberi kenyamanan yang lebih baik dalam bekerja. Anda bisa memilih mouse berukuran kecil yang standar (USB atau PS/2) atau wireless, tergantung teknologi mana yang sanggup diladeni oleh laptop Anda.

3. Card Reader. Dengan semakin populernya era digital dan makin banyaknya barang-barang yang menggunakan card memory, card reader tentu menjadi barang yang patut dimiliki. Dengan begitu, persoalan transfer data jadi lebih mudah.

4. Pendingin. Layaknya sebuah PC, laptop membutuhkan suhu yang stabil agar bisa bekerja dengan baik. Panas yang dihasilkan beberapa komponen laptop harus dihindari dengan sistem pendingin yang cukup. Laptop memang sudah dilengkapi dengan sistem yang baik, tetapi jika menginginkan kenyamanan yang lebih saat bekerja, Anda dapat membeli kipas tambahan yang diletakkan di bawah laptop. Jadi, selain membantu mendinginkan komponen, pengguna laptop pun akan merasa lebih nyaman.

5. Docking station. Kalau Anda termasuk orang yang mobilitasnya rendah, docking station barangkali bisa membantu kerja Anda. Alat ini memungkinkan Anda untuk memusatkan semua koneksi mulai dari mouse, speaker, kabel jaringan, sampai kabel power dalam satu tempat di meja kerja atau di rumah.
Jadi, Anda tak perlu repot mencabut/memasang kabel-kabel tersebut. Kalau ingin menggunakan semua koneksi ini, Anda tinggal menaruh laptop di atas docking station dan Anda bisa langsung bekerja.

Baju Koko Coklat dengan Tulisan Arab

Hari yang cerah untuk menghabiskan jatah belanja untuk bulan ini. Untuk bulan ini saya mendapatkan jatah belanja yang sedikit, yakni Cuma Rp. 200.000. Tapi berhubung itu merupakan uang yang memang khusus buat belanja, jadi lebih dari cukup untuk sebulan. Bulan ini saya berencana untuk membeli satu baju koko lagi yang rencananya akan saya gunakan untuk pengajian.

Memang untuk membeli baju untuk lelaki gampang-gampang susah. Dibandingkan dengan membeli BAJU MUSLIM untuk wanita. Saya memang belum ada rencana mau beli BUSANA MUSLIM yang kayak gimana, namun saya yakin akan tau setelah saya sampai di toko.

Baju koko coklat dengan tulisan arab di samping kiri, aha memang benar firasat saya. Pasti akan langsung mendapatkan baju yang di inginkan sesampainya di toko. Koko dengan tulisan arab memang masih jarang di daerah saya. Kalau baju koko dengan brodiran sih sudah biasa itu.

Ragam Jenis Penyajian Kopi



Suatu sore di sebuah kedai kopi terkenal di mal di kawasan Senayan, Jakarta. Kompas Female sedang menunggu antrian untuk memesan kopi. Di tengah ketenangan itu, tiba-tiba seorang perempuan masuk dari arah pintu samping. Seorang pria, yang berjalan di belakangnya, membawakan baki berisi secangkir kopi dan mengembalikannya ke meja pemesanan kopi.

"Mas, saya minta kopi saya diganti! Saya enggak pesan kopi kayak gini!" seru perempuan muda dengan dandanan yang stylish tersebut.

Kasir yang ditegur itu pun segera mengecek kwitansi pemesanan dari perempuan tersebut. "Tertulis di sini Ibu memesan espresso?" katanya mengkonfirmasi, sambil menunjukkan kwitansi tersebut.

"Tapi bukan yang kayak gini!" seru perempuan itu lagi, tanpa mengindahkan kwitansi yang disodorkan kepadanya. "Kopi apa ini? Pahit begini?"

"Ini espresso, Bu. Tadi kan Ibu memang memesan espresso?"

Kasir atau barista kedai kopi tersebut tidak sempat menawarkan jalan keluar lebih lanjut. Sebab perempuan tersebut keburu kesal dan langsung meninggalkan tempat. Atau, mungkin ia keburu malu karena tidak tahu bahwa kopi espresso ternyata kopi kental tanpa tambahan apa pun.

Tentu saja, hal ini tak akan terjadi bila Anda telah mengetahui jenis-jenis kopi dari cara penyajiannya. Untuk Anda yang belum memahami ragam penyajian kopi, simak penjelasan dr Surip Mawardi, peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI) dalam peluncuran Nescafe Teknologi ERA di 3 Degree - F Cone, FX Lifestyle X'center, Jakarta, Senin (8/2/2010).

Sekadar catatan, penyajian kopi di sini merupakan dasar penyajian kopi panas. Sedangkan kopi dingin umumnya merupakan variasi dari kedai kopi itu sendiri.

1. Espresso
Sebutan untuk kopi murni yang diseduh menggunakan air panas tanpa tambahan apa pun seperti krim atau susu. Kopi jenis ini disajikan kental, dan bahkan terkadang diminum tanpa gula sama sekali. Disajikan dalam satu cangkir kecil atau gelas belimbing. Di Indonesia dikenal dengan nama kopi tubruk atau kopi tanpa ampas.

2. Macchiato
Merupakan jenis penyajian kopi hitam yang dicampur dengan susu atau krim, atau busa panas. Disajikan dalam sepertiga atau kurang dari setengah cangkir kecil. Kopi jenis ini masih menyisakan rasa kopi yang dominan.

3. Caffe Latte
Atau dikenal dengan sebutan kopi susu. Kopi hitam encer yang ditambahkan dengan dua atau tiga kali takaran susu dari cangkir besar sehingga memiliki rasa dan aroma antara susu dan kopi yang seimbang.

4. Cappuccino
Merupakan kopi hitam yang diberi susu panas yang dibusakan. Disajikan dalam cangkir yang lebih besar dari cangkir espresso biasa. Cappuccino bisa diminum tanpa menggunakan gula. Namun jika Anda ingin cita rasa yang lebih manis, Anda bisa menambahkan dengan gula pasir atau gula cair yang biasanya sudah disediakan.

5. Moccacino
Kopi espresso atau kopi hitam yang ditambah busa susu panas dan taburan remahan cokelat atau bubuk cokelat di atasnya. Disajikan dalam cangkir kecil.

6. Kopi instan
Jenis kopi yang sudah diberi bermacam variasi, mulai dari susu, krim, mocca, atau kopi plain (murni tanpa tambahan). Contohnya bisa Anda lihat dari berbagai produk kopi dalam sachet. Ada yang merupakan campuran dari kopi, susu dan krim; kopi bubuk instan, kopi yang bisa diseduh dengan air dingin, atau kopi susu dengan ampas kopi yang halus dan lembut.

Mengenal Jenis Kopi Kelas Dunia


KOMPAS.COM/GOLDA NAYA');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">KOMPAS.COM/GOLDA NAYA');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">KOMPAS.COM/GOLDA NAYA');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">

Jangan mengaku sebagai penikmat kopi kalau Anda belum mengenal jenis-jenis kopi dan penyajiannya, lalu seperti apa memilih kopi yang baik, aroma kopi yang segar, ataupun cara penyajiannya. Berikut tips yang diberikan oleh dr Surip Mawardi, ahli kopi yang sudah berpengalaman selama 27 tahun, dan tergabung di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, dalam peluncuran Nescafe Teknologi ERA di 3 Degree - F Cone, FX Lifestyle X'center, Jakarta, Senin (8/2/2010).

1. Kopi arabika (arabica coffee)

Kopi yang berasal dari Brasil dan Etiopia ini menguasai 70 persen pasar kopi dunia. Kopi arabika memiliki banyak varietas, tergantung negara, iklim, dan tanah tempat kopi ditanam. Anda bisa menemukan kopi toraja, mandailing, kolumbia, brasilia, dan lain sebagainya. Antara kopi arabika yang satu dan yang lain punya perbedaan rasa.

Berikut ciri-ciri kopi arabika:
*Aromanya wangi sedap mirip percampuran bunga dan buah. Hidup di daerah yang sejuk dan dingin.
* Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta.
* Memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut.
* Rasa kopi arabika lebih mild atau halus.
* Kopi arabika juga terkenal pahit.
* Harganya sekitar Rp 32.000 per kg.

2. Kopi robusta
Menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina. Sama seperti arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa yang sedikit banyak juga berbeda.

Ciri-ciri kopi robusta:
* Memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.
* Bau yang dihasilkan khas dan manis.
* Warnanya bervariasi sesuai dengan cara pengolahan.
* Memiliki tekstur yang lebih kasar dari arabika.
* Harganya sekitar Rp 18.000 per kg.

3. Kopi ekselsa, racemosa, dan liberica (african coffee)
Merupakan jenis kopi yang berada di antara arabika dan robusta. Kopi tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan.

4. Kopi luwak
Merupakan kopi yang berasal dari biji kopi arabika atau robusta yang dimakan oleh luwak. Luwak akan menelan buah kopi (berwarna merah) dan memprosesnya dengan enzim yang ada di perutnya. Biji dari buah kopi itu lalu terbuang bersama kotorannya.

''Biji inilah yang dinamakan kopi luwak. Kita masih meneliti enzim yang ada di perut luwak yang membuat kopi ini jadi lebih sedap,'' tutur dr Surip kepada Kompas Female.

Kopi luwak dihargai sekitar Rp 350.000, bahkan lebih, tergantung jenis kopi yang dimakan luwak. Kopi luwak menjadi lebih istimewa karena luwak mencari buah kopi yang 90 persen matang. Ia tidak melihat warna, tetapi menggunakan daya penciuman yang tajam dan selalu mencari kopi pada malam hari. Dalam satu pohon kopi, hanya 1-2 butir buah yang dimakan. Dengan begitu, kopi yang diambil oleh luwak adalah kopi dengan nilai kematangan tertinggi, yang tentunya amat berpengaruh pada rasa kopi nantinya.

Apa pun jenis kopi yang ada, proses penyortiran hingga pengemasannya amat berpengaruh pada rasa kopi. Misalnya, kopi yang tercampur dengan tanah, daun, ranting, dan benda lainnya yang ikut terbawa saat pemetikan dan penjemuran kopi akan mempengaruhi cita rasa kopi.

'Menilai kopi yang enak tidak bisa sekadar dari fisik sebab, jika fisiknya bagus tapi terkadang berlubang atau saat penjemuran terkena air hujan, maka itu akan membuat aroma dan rasa kopi menurun,'' ungkap dr Surip.

Orangtua Berhak Mengintervensi Aktivitas Anak



Anak hingga usia 18 tahun belum bisa membuat keputusan secara
mandiri atas dirinya. Konsep ini harus dipegang kuat oleh para orangtua. Dengan begitu, orangtua bisa mengenali kapan intervensi terhadap aktivitas anak diperlukan demi kebaikannya.

Intervensi ini menjadi penting bagi orangtua untuk melindungi anak dari kasus penculikan anak, pelecehan seksual terhadap anak, virtual seks (orang dewasa meminta anak menunjukkan bagian tubuhnya melalui chat room), pornografi anak melalui situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, Twitter, yang menjadi sarana paling murah dan mudah bagi penjahat siber dalam mengincar mangsanya.

Adzkar Ahsinin, staf advokasi Yayasan Pemantau Hak Anak (YPHA) menjelaskan kasus penculikan atau kejahatan kepada anak melalui situs jejaring sosial tidak lantas menjadikan anak sebagai pihak yang bersalah.

"Anak belum bisa memutuskan secara mandiri dan masih ikut-ikutan. Mereka belum paham bahwa mereka melanggar hukum. Akibatnya anak menjadi korban atas kemajuan teknologi," papar Adzkar kepada Kompas Female.

Adzkar menegaskan, keluarga, terutama orangtua, bisa mengintervensi anak dengan catatan ada ruang diskusi. Terkait dengan kasus kejahatan melalui situs jejaring sosial, orangtua bisa terlibat aktif dalam akun situs sosial yang dimiliki anak.

Orangtua bisa menjadi teman bagi anaknya dan juga bagi teman-teman anak. Intervensi dibolehkan sebagai orangtua yang bermaksud memantau anak. Hanya saja banyak orangtua yang masih menggunakan cara lama, yaitu memaksakan keinginan. Dalam kondisi saat ini sudah waktunya orangtua membuka ruang diskusi, atau melalui komunikasi dua arah.

Menurut Adzkar, konsep keluarga yang demokratis memungkinkan munculnya diskusi. Melalui cara ini anak akan mendapatkan informasi yang utuh.

"Anak menerima banyak informasi dari berbagai media. Orangtua perlu mendampingi dan mendiskusikan agar anak menerima informasi dengan utuh, tidak setengah-setengah," lanjut Adzkar.

Jika menemukan kejanggalan dalam pergaulannya termasuk di dunia maya, anak pun akan lebih leluasa untuk membicarakannya dengan orangtua.

Ajarkan Anak Hak atas Tubuhnya



Pendidikan hak reproduksi dan tubuh perempuan harus diberikan secara terbuka kepada anak sejak dini. Dengan begitu, anak akan mengerti dan melindungi tubuhnya. Ajakan negatif dari media internet pun bisa ditangkalnya.

Anak akan lebih aman berinternetan jika terinformasi dengan baik tentang dirinya dan media internet itu sendiri. Demikian dijelaskan Adzkar Ahsinin, staf advokasi Yayasan Pemantau Hak Anak (YPHA) kepada Kompas Female.

Menurut Adzkar, pendidikan reproduksi ini tak sekadar diperankan oleh orangtua, tetapi juga negara. Caranya, masukkan informasi menyeluruh tentang tubuh dan reproduksi perempuan dalam kurikulum.

"Konsep seksualitas dan seksi belum dipahami secara utuh, apalagi dimengerti sebagai bagian dari pendidikan reproduksi," papar Adzkar.

Jika anak mengerti hak atas tubuhnya, maka dia akan memahami bagaimana menjaga dan melindungi diri. Pendidikan dari sekolah dan keluarga perlu lebih menekankan bahwa pada usia anak-anak (hingga 18 tahun), tubuhnya tidak boleh dipublikasikan, termasuk dalam media jejaring sosial.

"Anak-anak belum bisa memutuskan secara mandiri. Oleh karena itu, intervensi, terutama dari orangtua, sangat penting. Anak cenderung ikut-ikutan dan cenderung menjadi korban kemajuan teknologi," ucap Adzkar.

Belum lagi budaya hedonisme dan konsumerisme yang tersebarkan dengan terbuka melalui layar televisi. Misalnya iklan kecantikan yang menyasar pada tubuh perempuan. Menurut Adzkar, hal ini menjadi faktor lain yang membuat anak cenderung kebablasan dalam menerima informasi.

"Anak menerima informasi secara masif dan mereka jadi tahu bahwa sebagai perempuan mereka harus cantik dan menarik perhatian lawan jenis. Tanpa pendampingan dari orangtua, informasi ini diterima anak dengan tidak utuh," ungkapnya.

Budaya semacam inilah yang kemudian terpendam dalam diri anak, dan tanpa pendidikan yang utuh tentang tubuhnya, anak lantas dengan bebas memasang foto sensual di situs jejaring sosial. Inilah yang kemudian memancing predator online dalam menjalankan aksi seks virtual yang biasanya terjadi dalam chat room.

Harian Kompas menyatakan bahwa seks virtual terjadi ketika anak-anak chatting dengan orang dewasa. Orang dewasa lalu menyuruh anak untuk membuka baju, memperagakan suatu adegan, dan sebagainya. Rekaman dari adegan ini bisa dinikmati secara personal atau bahkan dipublikasikan, baik secara gratis maupun diperjualbelikan. Memprihatinkan, bukan?

Cegah Predator "Online" Anak



Situs jejaring sosial seperti Facebook ternyata tak sekadar memudahkan penggunanya untuk memperluas pergaulan atau bertemu dengan kawan lama. Situs sosial ini sekarang dijadikan alat praktik kejahatan siber.

Kasus penculikan yang terjadi pada Marieta Nova Triani (14) menjadi bukti bentuk kejahatan siber yang dipicu dari aktivitas di internet. Dari perkenalannya dengan Arie lewat Facebook, Nova menemui teman lelakinya itu di depan rumah pamannya di Cluster Alamanda Blok L 14, Bumi Serpong Damai, Serpong, Tangerang, pada Sabtu (6/2/2010). Keluarga terakhir kali melihat Nova saat sedang bertemu Arie. Setelah itu, ponsel Nova tak bisa dihubungi lagi.

Kemudahan anak mengakses internet seperti menjadi peluang bagi pelaku kejahatan untuk mengincar korban. Kontrol keluarga, terutama orangtua, berperan penting dalam melindungi anak dari kejahatan siber. Simak cara untuk mengontrol aktivitas internet anak Anda tanpa membatasi dirinya:

Luangkan waktu dengan anak saat belajar komputer dan internet
Meluangkan waktu lebih banyak bersama anak bisa dengan belajar bersama lebih dalam tentang komputer dan internet. Baik orangtua maupun anak harus tahu dan bisa mengoperasikan situs jejaring sosial, forum diskusi, keamanan transaksi belanja, cara chatting, cara mengetahui situs baik dan situs buruk, mencari dan memutar video di YouTube, dan cara mencari gambar dan video via Google.

Berikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya internet
Setelah mempelajari caranya, tambahkan pemahaman pada anak tentang manfaat dan bahaya internet. Orangtua harus memiliki pengetahuan lebih luas, dan mendiskusikannya dengan anak. Beritahu juga soal karakteristik predator online, dan berbagai kasus terungkapnya predator online di berbagai negara.

Ingatkan anak tentang konsep "orang asing"
Ingatkan pada anak agar tidak percaya begitu saja pada orang yang baru dikenalnya. Tekankan kepada anak agar tidak memberikan informasi personal, seperti email dan nomor telepon.

Kenalkan etiket bergaul dengan teman "online"
Memperluas pergaulan sah saja, apalagi anak-anak kini sudah semakin terbuka dengan teknologi internet. Namun perlu diajarkan kepada anak agar memperhatikan batasan pergaulannya. Jangan izinkan anak-anak bertemu langsung dengan teman baru yang dikenal via chat.

Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi
Meski fasilitas di rumah lengkap, komputer dan ponsel sudah terkoneksi dengan internet, pastikan ada batasan. Jangan biarkan anak-anak mengakses internet di kamar pribadinya. Letakkan komputer di ruang keluarga atau di ruangan orangtua agar mudah dilihat dan dikontrol.

Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet
Arahkan anak untuk melakukan aktivitas kreatif dan positif dengan media internet. Kenalkan juga tentang banyaknya kesempatan berprestasi atau mendapatkan hadiah dari kegiatan kreatif di internet, misalkan kompetisi menulis. Untuk itu kenalkan lebih dahulu kegiatan menulis di internet, misalnya dengan mengisi blog pribadi.

Gunakan software filter aktivitas internet
Jika menurut Anda semua cara tadi belum maksimal, gunakan software untuk memfilter kegiatan internet. Banyak software parental yang tersedia gratis maupun berbayar. Cari saja via mesin pencari di internet. Jika sudah begitu, anak Anda bisa bebas internetan, namun kontrol tetap di tangan Anda sebagai orangtua.