Susahnya Menghias Cupcake



KOMPAS.COM/GOLDA NAYA');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">KOMPAS.COM/Golda Naya');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">KOMPAS.COM/Golda Naya');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">KOMPAS.COM/Golda Naya');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">

Salah satu penganan yang disediakan untuk merayakan keberhasilan atau kasih sayang adalah adalah cokelat, taart, ataupun cupcake. Khususnya cupcake, yang mulai populer beberapa tahun belakangan ini, terasa lebih istimewa karena penampilannya yang lebih bisa dimodifikasi sesuai keinginan.

Karena bentuknya yang mungil, manis, dan menggugah selera, banyak perempuan yang ingin belajar membuatnya. Tak terkecuali Kompas Female. Karena itu, ketika Orange Blossom mengundang Kompas Female untuk belajar menghias cupcake, kami pun langsung merasa tertantang. Siapa takut?

Acara menghias cupcake ini merupakan salah satu agenda acara komunitas perempuan di Kelapa Gading ini untuk merayakan hari Valentine. Acara bertajuk "Cooking With Love" yang dihelat di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (11/2/2010) itu dihadiri para anggota yang rata-rata merupakan ibu rumah tangga, pekerja kantoran, dan pengusaha.

Menurut Anne Marie, ketua Orange Blossom, tujuan mereka mengadakan acara ini adalah untuk memberdayakan perempuan, dan agar senantiasa update dengan hidupnya. "Daripada menghabiskan waktu hanya dengan rutinitas monoton, lebih baik luangkan waktu untuk ikut kegiatan bermanfaat,'' tuturnya.

Food stylist yang juga praktisi kuliner, Yeni Ismayani, memandu acara hari itu. Perempuan yang sudah menerbitkan buku resep cupcake ini menyebutkan bahan-bahan yang dibutuhkan, yaitu cetakan cupcake (atau cetakan bolu), i-cing (krim penghias) atau butter cream, meses, butiran gula-gula kecil berwarna-warni, permen berbentuk hati, selai strawberry, dan cokelat pink.

Penasaran dengan para perempuan lain yang begitu bersemangat menghias cupcake-nya, Kompas Female pun mengerahkan segala upaya untuk menguasai cupcake yang saat itu baru berupa kue bolu polos.

''Cupcake itu harus terlihat menarik, dan hiasannya bisa menggoda orang untuk mencicipi,'' pesan Yeni.

Setelah bahan-bahan disiapkan, yang harus dilakukan adalah menyiapkan plastik segitiga (piping bag) yang diisi dengan butter cream. Anda bisa memilih butter cream warna apa saja. Namun karena kali ini temanya Valentine, oke lah, kami memilih warna putih dan merah jambu.

Kemudian kami memasang spuit (besi kecil berbentuk kerucut) di ujung plastik segitiga untuk mulai membentuk butter cream. Menghias cupcake, menurut Yeni, intinya harus menutupi seluruh permukaan cupcake dengan butter cream tersebut.

''Ada teknik khusus untuk membuat hiasan cupcake yang baik. Yakni membuat tekanan atau lekukan yang pas, tidak terlalu kuat atau terlalu lemah. Kalau tidak, maka hasilnya akan putus-putus dan tidak rapih,'' jelas Yeni.

Kelihatannya memang simpel. Namun ternyata butuh teknik khusus untuk bisa menghasilkan hiasan cupcake yang menarik. Bahkan butuh kreativitas tinggi untuk membentuk butter cream menjadi seperti yang kerap kita lihat di toko-toko yang menjual cupcake. Tidak heran bila harga sepotong cupcake bisa mencapai Rp 25.000. Harga ini rupanya untuk membayar keahlian pembuatnya.

Hasil karya Kompas Female sendiri terlihat sedikit tak beraturan. Namun kami pede saja meneruskan menghias kue bolu ini. Ternyata sama sekali tidak mudah membuat cupcake. Sedikit sirik juga akhirnya melihat perempuan lain yang terkesan begitu serius menghias. Ada yang membuat hiasan berbentuk hati, bunga, boneka, atau yang bertema serbapink.

Yeni memberikan waktu 10 menit untuk membentuk butter cream di atas bolu. Waktu ini dirasa kurang oleh sebagian peserta. Tak jarang ada yang mengulang dan menghapus hiasan kue dengan tisu.

''Aduh, Ibu, kuenya udah nggak steril lagi, deh,'' celetuk Yeni saat melihat ulah tersebut.

Menjelang acara berakhir, terpilih tiga orang dengan kreasi cupcake yang paling cantik. Sayang, Kompas Female tak termasuk di dalamnya.

Anda tertarik menghias cupcake? Berikut resep dari Yeni Ismayani.

Love Cup Cake

Bahan: 120 gr mentega, 180 gr gula pasir, 2 butir telur, 340 gr tepung terigu, 1 sdt baking powder. Bila ingin langsung menghias, gunakan kue bolu yang dijual di toko roti.

Hiasan: Butter cream siap pakai beraneka warna, pink chocolate (meses), gula-gula warna-warni, dan permen berbentuk hati atau boneka.

Cara membuat: Siapkan cetakan cupcake, alasi dengan paper cup. Kocok mentega dan gula pasir hingga lembut, kemudian masukkan telur, kocok hingga rata. Masukkan tepung terigu dan baking powder, aduk hingga rata. Masukkan adonan dalam cetakan dan panggang dalam oven selama 30 menit. Dinginkan, kemudian hias dengan butter cream dan hiasan lainnya.

Perempuan Berhak Memberdayakan Diri



Tak sedikit perempuan yang masih tak berkuasa atas dirinya, dan menggantungkan nasib pada orang lain. Namun, banyak juga perempuan yang mampu berdaya atas dirinya, meski kadang dihadang banyak persoalan, termasuk urusan personal atau domestik. Lantas apakah perempuan kehilangan haknya menjadi berdaya, tampil di ruang publik misalnya?

Sebagai refleksi, Inayah Wulandari Wahid, putri bungsu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengutip kata-kata inspiratif dari sang ayah. Tak pernah ada hambatan, dan yang menjadi hambatan adalah diri sendiri, maka berdayakanlah diri sendiri. Hal ini berlaku untuk perempuan maupun lelaki.

"Baik ibu maupun kami putri-putrinya selalu didukung dalam setiap kegiatan kami. Terutama ibu (Sinta Nuriyah, RED) yang memiliki aktivitas pemberdayaan kaum perempuan. Jika kami harus meninggalkan rumah, itu menjadi resiko yang harus ditanggung, dan kami tetap didukung," tutur Inayah kepada Kompas Female, usai menghadiri acara "A Tribute to Gus Dur" sebagai rangkaian acara memperingati Imlek "The Spirit of Prosperity" di Mal Ciputra Jakarta, Rabu (10/2/2010).

Semasa hidupnya, Gus Dur menjadi pendukung kegiatan Inayah dan semua perempuan dalam keluarganya. Bahkan Gus Dur terang-terangan mengakui terinspirasi oleh kaum perempuan, demikian papar Inayah.

"Seminggu sebelum wafat, Gus Dur membaca buku tentang ratu Skotlandia, dan dia berkata kepada saya untuk terus belajar. Gus Dur tidak malu belajar dari perempuan," papar Inayah.

Belajar, berdaya dengan dirinya, dan menjadi pemimpin merupakan hak dan kesempatan yang juga ada pada diri perempuan. Hal inilah yang tertanam dalam diri Inayah.

Terilhami dari pengalaman personal Inayah, seharusnya kaum perempuan mampu mengatakan dengan lantang, bahwa ia memiliki hak atas dirinya. Pemahamannya adalah, bahwa kaum perempuan pun punya hak yang sama untuk mengambil keputusan, menjadi pemimpin, bekerja untuk dirinya dan orang lain, atau berperan dalam ruang publik apa pun bentuknya. Karena hanya dengan cara itu hambatan dalam diri, yang seringkali membuat perempuan tak berani berbicara sekalipun, bisa terbongkar.

Contoh sederhananya, sudahkah Anda sebagai perempuan berani membuat keputusan (apapun persoalan Anda)? Jika belum, ini pertanda ada sebagian diri Anda yang tak berdaya. Bongkar saja hambatannya karena Anda punya hak untuk itu.

Membeli Aksesori untuk Laptop


Saat Gavilan Computer merilis laptop pertama pada tahun 1983, semua orang mengakui bahwa latop adalah barang yang sangat berguna bagi yang memiliki mobilitas tinggi. Bentuknya yang sederhana dan ringkas memungkinkan orang untuk melakukan pekerjaan di mana dan kapan saja.

Untuk itu, kenyamanan saat menggunakan laptop mejadi hal yang patut diberi sorotan, agar kinerja Anda bisa lebih maksimal. Berikut adalah beberapa aksesori yang bisa Anda beli untuk memperoleh kenyamanan tersebut:

1. Tas. Harus diingat bahwa laptop adalah barang yang sangat sensitif pada benturan/guncangan. Inilah menjadi alasan mengapa tas laptop menjadi barang yang tak dapat ditawar. Pilihlah tas yang memiliki bantalan yang mampu meredam guncangan. Kini banyak dijual tas khusus untuk laptop dari berbagai jenis dan ukuran, semua tergantung pada kebutuhan Anda. Akan lebih baik lagi jika tas tersebut mampu menampung aksesori-aksesori lain sehingga lebih ringkas.

2. Mouse. Fungsi mouse pada laptop digantikan oleh touch pad yang terletak di bagian bawah keyboard atau oleh tracking pointer yang terletak di tengah-tengah keyboard. Untuk waktu singkat, touch pad dan tracking pointer tadi barangkali tidak menjadi masalah, tapi kalau Anda ingin menggunakan laptop untuk waktu lama, kehadiran mouse mampu memberi kenyamanan yang lebih baik dalam bekerja. Anda bisa memilih mouse berukuran kecil yang standar (USB atau PS/2) atau wireless, tergantung teknologi mana yang sanggup diladeni oleh laptop Anda.

3. Card Reader. Dengan semakin populernya era digital dan makin banyaknya barang-barang yang menggunakan card memory, card reader tentu menjadi barang yang patut dimiliki. Dengan begitu, persoalan transfer data jadi lebih mudah.

4. Pendingin. Layaknya sebuah PC, laptop membutuhkan suhu yang stabil agar bisa bekerja dengan baik. Panas yang dihasilkan beberapa komponen laptop harus dihindari dengan sistem pendingin yang cukup. Laptop memang sudah dilengkapi dengan sistem yang baik, tetapi jika menginginkan kenyamanan yang lebih saat bekerja, Anda dapat membeli kipas tambahan yang diletakkan di bawah laptop. Jadi, selain membantu mendinginkan komponen, pengguna laptop pun akan merasa lebih nyaman.

5. Docking station. Kalau Anda termasuk orang yang mobilitasnya rendah, docking station barangkali bisa membantu kerja Anda. Alat ini memungkinkan Anda untuk memusatkan semua koneksi mulai dari mouse, speaker, kabel jaringan, sampai kabel power dalam satu tempat di meja kerja atau di rumah.
Jadi, Anda tak perlu repot mencabut/memasang kabel-kabel tersebut. Kalau ingin menggunakan semua koneksi ini, Anda tinggal menaruh laptop di atas docking station dan Anda bisa langsung bekerja.

Baju Koko Coklat dengan Tulisan Arab

Hari yang cerah untuk menghabiskan jatah belanja untuk bulan ini. Untuk bulan ini saya mendapatkan jatah belanja yang sedikit, yakni Cuma Rp. 200.000. Tapi berhubung itu merupakan uang yang memang khusus buat belanja, jadi lebih dari cukup untuk sebulan. Bulan ini saya berencana untuk membeli satu baju koko lagi yang rencananya akan saya gunakan untuk pengajian.

Memang untuk membeli baju untuk lelaki gampang-gampang susah. Dibandingkan dengan membeli BAJU MUSLIM untuk wanita. Saya memang belum ada rencana mau beli BUSANA MUSLIM yang kayak gimana, namun saya yakin akan tau setelah saya sampai di toko.

Baju koko coklat dengan tulisan arab di samping kiri, aha memang benar firasat saya. Pasti akan langsung mendapatkan baju yang di inginkan sesampainya di toko. Koko dengan tulisan arab memang masih jarang di daerah saya. Kalau baju koko dengan brodiran sih sudah biasa itu.

Ragam Jenis Penyajian Kopi



Suatu sore di sebuah kedai kopi terkenal di mal di kawasan Senayan, Jakarta. Kompas Female sedang menunggu antrian untuk memesan kopi. Di tengah ketenangan itu, tiba-tiba seorang perempuan masuk dari arah pintu samping. Seorang pria, yang berjalan di belakangnya, membawakan baki berisi secangkir kopi dan mengembalikannya ke meja pemesanan kopi.

"Mas, saya minta kopi saya diganti! Saya enggak pesan kopi kayak gini!" seru perempuan muda dengan dandanan yang stylish tersebut.

Kasir yang ditegur itu pun segera mengecek kwitansi pemesanan dari perempuan tersebut. "Tertulis di sini Ibu memesan espresso?" katanya mengkonfirmasi, sambil menunjukkan kwitansi tersebut.

"Tapi bukan yang kayak gini!" seru perempuan itu lagi, tanpa mengindahkan kwitansi yang disodorkan kepadanya. "Kopi apa ini? Pahit begini?"

"Ini espresso, Bu. Tadi kan Ibu memang memesan espresso?"

Kasir atau barista kedai kopi tersebut tidak sempat menawarkan jalan keluar lebih lanjut. Sebab perempuan tersebut keburu kesal dan langsung meninggalkan tempat. Atau, mungkin ia keburu malu karena tidak tahu bahwa kopi espresso ternyata kopi kental tanpa tambahan apa pun.

Tentu saja, hal ini tak akan terjadi bila Anda telah mengetahui jenis-jenis kopi dari cara penyajiannya. Untuk Anda yang belum memahami ragam penyajian kopi, simak penjelasan dr Surip Mawardi, peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI) dalam peluncuran Nescafe Teknologi ERA di 3 Degree - F Cone, FX Lifestyle X'center, Jakarta, Senin (8/2/2010).

Sekadar catatan, penyajian kopi di sini merupakan dasar penyajian kopi panas. Sedangkan kopi dingin umumnya merupakan variasi dari kedai kopi itu sendiri.

1. Espresso
Sebutan untuk kopi murni yang diseduh menggunakan air panas tanpa tambahan apa pun seperti krim atau susu. Kopi jenis ini disajikan kental, dan bahkan terkadang diminum tanpa gula sama sekali. Disajikan dalam satu cangkir kecil atau gelas belimbing. Di Indonesia dikenal dengan nama kopi tubruk atau kopi tanpa ampas.

2. Macchiato
Merupakan jenis penyajian kopi hitam yang dicampur dengan susu atau krim, atau busa panas. Disajikan dalam sepertiga atau kurang dari setengah cangkir kecil. Kopi jenis ini masih menyisakan rasa kopi yang dominan.

3. Caffe Latte
Atau dikenal dengan sebutan kopi susu. Kopi hitam encer yang ditambahkan dengan dua atau tiga kali takaran susu dari cangkir besar sehingga memiliki rasa dan aroma antara susu dan kopi yang seimbang.

4. Cappuccino
Merupakan kopi hitam yang diberi susu panas yang dibusakan. Disajikan dalam cangkir yang lebih besar dari cangkir espresso biasa. Cappuccino bisa diminum tanpa menggunakan gula. Namun jika Anda ingin cita rasa yang lebih manis, Anda bisa menambahkan dengan gula pasir atau gula cair yang biasanya sudah disediakan.

5. Moccacino
Kopi espresso atau kopi hitam yang ditambah busa susu panas dan taburan remahan cokelat atau bubuk cokelat di atasnya. Disajikan dalam cangkir kecil.

6. Kopi instan
Jenis kopi yang sudah diberi bermacam variasi, mulai dari susu, krim, mocca, atau kopi plain (murni tanpa tambahan). Contohnya bisa Anda lihat dari berbagai produk kopi dalam sachet. Ada yang merupakan campuran dari kopi, susu dan krim; kopi bubuk instan, kopi yang bisa diseduh dengan air dingin, atau kopi susu dengan ampas kopi yang halus dan lembut.